Ntvnews.id, Bandung - Keluarga jurnalis foto Thoudy Badai Rifanbillah mengaku terharu setelah memastikan sang anak dalam kondisi selamat usai sempat ditahan oleh otoritas militer Israel ketika meliput misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Ibu Thoudy, Hany Hanifa Humanisa, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah keluarga melakukan panggilan video langsung dengan Thoudy pada Kamis malam, 21 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WIB.
“Video call langsung dan kabar dari Thoudy itu Kamis malam sekitar jam 21.30 WIB. Itu benar-benar tidak menyangka. Kita bisa yakin selamat karena langsung ngobrol, dengar suaranya, dan lihat wajahnya melalui layar,” ujarnya di Bandung, Jumat, 22 Mei 2026.
Hany menjelaskan bahwa saat ini Thoudy berada di Turki dan menggunakan perangkat milik staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Baca Juga: KSP Pastikan 9 WNI yang Ditahan Israel dalam Kondisi Baik dan Segera Dipulangkan
Ia menuturkan komunikasi tersebut berlangsung singkat karena perangkat digunakan secara bergantian oleh para relawan lain yang juga ingin menghubungi keluarganya masing-masing.
“Tidak banyak cerita, cuma say hello, menanyakan kabar. Katanya juga sedang antre, jadi HP itu dipakai untuk semua relawan yang ingin menghubungi keluarganya. Jadi cuma nanya kabar, ketawa-ketawa, tidak banyak bicara,” ujarnya.
Menurut Hany, secara umum kondisi Thoudy terlihat baik, meski keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi fisiknya yang sempat menjadi perhatian.
“Yang kelihatan sih sehat secara fisik. Cuma ada yang notice kaki Thoudy seperti pincang jalannya, tapi kami tidak ingin berspekulasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihak keluarga masih menunggu kepastian jadwal kepulangan Thoudy ke Indonesia karena seluruh proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan di Turki masih berlangsung.
Di tengah proses tersebut, keluarga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, yang dinilai bergerak cepat dan responsif dalam memastikan perlindungan serta pemulangan para warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Baca Juga: Aktivis Global Sumud Flotilla Tertembak Peluru Karet saat Misi Bantuan ke Gaza
“Ada pihak Kemenlu yang menghubungi saya dan menyampaikan respons positif. Saya mengapresiasi upaya negosiasi yang dilakukan membuahkan hasil. buktinya sekarang kita ketahui semua relawan sudah dibebaskan, walaupun masih transit di Turki,” ujarnya.
Apresiasi juga diberikan kepada berbagai pihak lain, termasuk media dan organisasi yang turut membantu proses pembebasan para relawan.
Kini keluarga berharap Thoudy dapat segera kembali ke Indonesia agar bisa berkumpul kembali bersama keluarga setelah melewati masa penuh kecemasan dan penantian panjang.
(Sumber: Antara)
Ibu Thoudy, Hany Hanifa Humanisa, saat diwawancarai oleh media di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat 22 Mei 2026. ANTARA/Ilham Nugraha. (Antara)