Ntvnews.id, New Delhi - Kemunculan “Partai Rakyat Kecoak” tengah menjadi sorotan di India. Gerakan satire politik tersebut muncul sebagai respons atas pernyataan seorang pejabat tinggi India yang dinilai menyindir generasi muda.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 22 Mei 2026, partai satir itu ramai diikuti anak muda India melalui media sosial. Inisiatif tersebut digagas oleh Abhijeet Dipke, pria berusia 30 tahun lulusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston.
Ide pembentukan partai itu bermula dari pernyataan Ketua Mahkamah Agung India Surya Kant dalam sidang terbuka pada Jumat, 15 Mei 2026. Saat itu, Surya Kant menyebut ada “parasit” yang menyerang sistem dan membandingkan sebagian anak muda dengan kecoak.
"Ada kaum muda seperti kecoak, yang tidak mendapatkan pekerjaan atau memiliki tempat dalam profesi apa pun. Beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, aktivis RTI dan aktivis lainnya, dan mereka mulai menyerang semua orang," katanya.
Baca Juga: 9 WNI Eks Global Sumud Flotilla Tiba di Istanbul Usai Dibebaskan Israel
Pernyataan tersebut kemudian dibalas Dipke dengan membuat satire politik bernama Partai Janta Kecoak, yang dalam bahasa Hindi berarti Partai Rakyat Kecoak. Tak disangka, gerakan tersebut justru mendapat sambutan luas dari generasi muda India.
Melalui situs resminya, partai tersebut menuliskan misi yang bernada sindiran terhadap komentar Surya Kant.
"Mengadakan pesta untuk anak muda yang terus-menerus disebut malas, selalu online, dan - baru-baru ini - kecoa. Itu saja. Itulah misinya. Selebihnya adalah satir," demikian bunyi pernyataan misi partai tersebut.
Belakangan, Surya Kant mengklarifikasi ucapannya. Ia menyatakan komentar itu ditujukan kepada pihak-pihak yang memperoleh gelar palsu dan bukan untuk menyerang generasi muda India, yang menurutnya merupakan “pilar India yang maju”.
Namun, pernyataan tersebut telanjur memicu kemarahan publik, khususnya generasi Z di India yang tengah menghadapi persoalan pengangguran, inflasi, dan polarisasi sosial di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Partai Rakyat Kecoak (Istimewa)
Saat perdebatan memanas di media sosial, Dipke menulis unggahan di X pada Sabtu lalu.
"Bagaimana jika semua kecoa berkumpul?"
Dipke menjelaskan bahwa gerakan itu menjadi bentuk perlawanan khas anak muda terhadap elite kekuasaan. Ia juga mengungkap alasan memilih simbol kecoak.
"Mereka yang berkuasa menganggap warga negara sebagai kecoa dan parasit," kata Dipke kepada Al Jazeera dari Chicago pada Selasa (20/5).
"Mereka harus tahu bahwa kecoa berkembang biak di tempat-tempat yang busuk. Itulah India saat ini."
Popularitas Partai Janta Kecoak pun melonjak pesat. Akun Instagram partai tersebut dilaporkan telah memiliki lebih dari 3 juta pengikut hanya dalam tiga hari. Selain itu, lebih dari 350 ribu orang disebut telah mendaftar sebagai anggota melalui formulir daring.
Sejumlah tokoh politik India juga diketahui ikut mendaftar, di antaranya anggota parlemen oposisi dari Benggala Barat Mahua Moitra serta mantan anggota parlemen Bihar Kirti Azad.
Mantan birokrat India, Ashish Joshi, juga mengaku tertarik bergabung setelah membaca informasi mengenai partai tersebut di media sosial.
"Dalam dekade terakhir, ada banyak ketakutan di negara ini. Dan orang-orang takut untuk berbicara," kata Joshi kepada Al Jazeera.
"India telah menjadi begitu penuh kebencian sehingga Partai Janta Kecoak seperti hembusan udara segar," lanjutnya.
Joshi bahkan menyebut kecoak sebagai simbol daya tahan.
"Kecoak adalah serangga yang tangguh; mereka bertahan hidup. Dan tampaknya mereka dapat membentuk partai dan merayap di sistem Anda." jelasnya.
Partai Rakyat Kecoak (Istimewa)