Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia dan Mampu Bantu Negara Kaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 13:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo  Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro (Dokumentasi TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangganya karena Indonesia kini dipandang sebagai negara yang disegani di dunia internasional, bahkan sudah berada pada posisi dapat membantu sejumlah negara yang secara ekonomi lebih maju.

"Sebenarnya, saya kalau keluar negeri sebagai Presiden Indonesia, saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang, banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih," kata Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR-RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa beberapa negara seperti Australia, India, Brasil, hingga Filipina juga meminta dukungan dari Indonesia, terutama dalam penyediaan pupuk. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perubahan posisi Indonesia di kancah global.

"Kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan. India, Brazil, Filipina. Bayangkan, Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong. Tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri. Memang masih ada banyak kekurangan. Dan saya orang yang selalu mengajak, ayo kita berani menghadapi kekurangan kita. Kita berani menghadapi kesulitan. Kita berani menghadapi tantangan. Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa," tambah Presiden.

Baca Juga: Prabowo: Kekayaan Nusantara Pernah Dongkrak Kemakmuran Belanda Selama Ratusan Tahun

Prabowo menuturkan bahwa berbagai pengalaman krisis global menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan. Ia menyinggung dampak pandemi COVID-19, konflik Rusia–Ukraina, hingga pembatasan ekspor pangan oleh negara lain yang memicu kenaikan harga komoditas dunia.

"Beberapa tahun lalu Rusia mengalami kebakaran hutan yang besar, mereka tutup ekspor gandum. Harga pangan naik semua. Tidak hanya gandum, beras, jagung, gula naik semua. Begitu perang Ukraina, naik lagi. COVID-19, naik lagi. Jadi kita sudah antisipasi. Karena itu saya canangkan, program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swa sembada pangan. Dan Alhamdulillah, saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa," kata Presiden.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan swasembada pangan dalam waktu empat tahun, namun berhasil mencapainya lebih cepat dari perkiraan, bahkan dalam satu tahun, dengan produksi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Presiden Prabowo  Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro  <b>(Youtube TVR Parlemen)</b> Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro (Youtube TVR Parlemen)

Lebih lanjut, Prabowo menyebut cadangan beras nasional kini mencapai angka yang sangat kuat, bahkan melampaui kapasitas penyimpanan awal.

Menurut Presiden, Indonesia saat ini memiliki cadangan beras lebih dari 5,3 juta ton, dengan perkembangan signifikan dari 3,25 juta ton pada Desember 2025 hingga mencapai 5,3 juta ton pada 10 Mei 2026.

Selain itu, pemerintah juga berhasil memperkuat sektor pupuk nasional. Untuk pertama kalinya, harga pupuk diturunkan sebesar 20 persen sehingga lebih terjangkau bagi petani.

Baca Juga: Tersentuh Kritik Keras PDI-P, Prabowo: Penting bagi Demokrasi

Namun demikian, Prabowo menegaskan perlunya pengawasan ketat agar pupuk subsidi tidak disalahgunakan atau disalurkan ke pihak yang tidak berhak.

"Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama," ujar Presiden.

x|close