Prabowo: Pengangguran dan Kemiskinan Turun pada 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 11:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna di Komplek Parlemen Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna di Komplek Parlemen (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pengelolaan fiskal yang kuat diharapkan dapat menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan nasional pada 2027.

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan berada di kisaran 6,0% hingga 6,5%, lebih rendah dibanding target 2026 yang dipatok sebesar 6,5%-7,5%. Sementara itu, tingkat pengangguran ditargetkan turun menjadi 4,3% hingga 4,87%, dari target tahun sebelumnya sebesar 4,44%-4,96%.

"Dan pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0-6,5% dari target sebelumnya 6,5 - 7,5%. Sementara itu tingkat pengangguran harus turun pada rentang 4,3% - 4,87%," kata Prabowo saat menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Bangsa Indonesia Tak Terlalu Mengagumi Negara Imperialis

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan sejumlah target ekonomi dan sosial lainnya untuk 2027. Pemerintah menargetkan rasio gini berada pada level 0,362-0,367, indeks modal manusia sebesar 0,575, indeks kesejahteraan petani di angka 0,8038, serta proporsi penciptaan lapangan kerja formal mencapai 40,81%.

Selain itu, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi pada 2027 berada di kisaran 5,8%-6,5%. Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS, sedangkan inflasi diperkirakan berada di level 1,5%-3,5%.

"Strategi fiskal dan moneter harus strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ujarnya.

Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia pada 2027 dipatok di kisaran US$70-95 per barel. Adapun lifting minyak mentah ditargetkan mencapai 602-615 ribu barel per hari, sementara lifting gas bumi diproyeksikan sebesar 934-977 ribu barel per hari.

"Dengan strategi ekonomi tepat kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6% menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029," tegas Prabowo.

x|close