Indonesia Tourism Xchange 2026 Hadirkan Forum Industri Demi Membahas Masa Depan Pariwisata RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 10:33
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia, Langham Hospitality Group, Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia, Langham Hospitality Group, (DOK)

Ntvnews.id, Jakarta - Sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki sebuah platform industri nasional baru dengan hadirnya Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026). Forum ini akan mempertemukan pemilik hotel, operator, investor, serta pengambil keputusan senior dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membahas berbagai faktor yang membentuk masa depan industri pariwisata nasional di tengah momentum pertumbuhan baru dan dinamika industri yang semakin kompleks.

Acara ini akan diselenggarakan pada 12 Mei 2026 di The Langham, Jakarta. ITX 2026 dirancang untuk mencerminkan karakter pariwisata Indonesia yang unik—mulai dari skala industri, kekayaan budaya, hingga keragaman destinasi—serta menjawab perubahan kebutuhan wisatawan, brand global, dan investor. Program yang disiapkan mencakup berbagai aspek industri perhotelan, mulai dari segmen luxury dan lifestyle hingga kinerja bisnis, investasi, teknologi, keberlanjutan, serta model pengembangan baru yang tengah berkembang.

Agenda akan dibuka dengan pembahasan mengenai iklim investasi dan prospek pariwisata Indonesia pada tahun 2026, memberikan konteks ekonomi bagi diskusi-diskusi strategis yang akan berlangsung sepanjang forum. Selanjutnya, perhatian akan beralih pada segmen hospitality luxury, di mana ekspektasi wisatawan terus berkembang dan brand dituntut untuk melampaui definisi tradisional tentang layanan premium.

Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia, Langham Hospitality Group, akan membahas bagaimana konsep kemewahan di Indonesia kini semakin ditentukan oleh kecerdasan budaya, personalisasi, serta koneksi emosional dengan destinasi—bukan sekadar skala atau kemegahan fasilitas.

“Wisatawan luxury yang datang ke Indonesia tidak mencari replika hotel global,” ujar Shng.

“Mereka mencari makna, konteks, dan pengalaman yang mencerminkan karakter destinasi. Brand yang berhasil di sini adalah mereka yang mampu memahami kompleksitas budaya Indonesia dan menghadirkan pengalaman yang terasa personal, bukan seragam.”

Kinerja hotel serta dinamika permintaan juga menjadi fokus penting dalam program ITX 2026. Diskusi akan menyoroti bagaimana hotel di Indonesia—baik di destinasi resort maupun kota besar—berkinerja di tengah perubahan tren pasar, termasuk performa aset upper-upscale dan luxury.
Matt Gebbie, Director – Pacific Asia, Horwath HTL, akan membahas prospek pariwisata Indonesia pada 2026 dengan menyoroti area pertumbuhan yang berkelanjutan serta sektor yang memerlukan pendekatan lebih berhati-hati.

“Peluang Indonesia bukan sekadar soal pertumbuhan—melainkan pertumbuhan yang cerdas,” ujar Gebbie. “Hotel luxury khususnya menghadapi ekspektasi yang semakin tinggi dalam hal kinerja, pengembalian investasi, dan diferensiasi. Memahami destinasi, segmen, dan konsep yang benar-benar akan berkinerja baik pada 2026 dan seterusnya menjadi hal yang sangat penting bagi investor dan operator.”

Selain sektor hotel, ITX 2026 juga akan membahas perkembangan struktur kepemilikan dan strategi pengembangan dalam industri hospitality. Salah satu sesi khusus akan menyoroti tren standalone branded residences, yang kini semakin berkembang di berbagai destinasi resort dan lifestyle di Indonesia. Model ini semakin dilihat sebagai cara untuk menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat positioning brand.

“Branded residences kini bukan lagi produk sekunder di Indonesia—melainkan mulai menjadi pendorong utama permintaan properti luxury,” ujar Barnett Managing Director C9 Hotelworks.

“Yang membuat Indonesia menarik adalah kombinasi antara kekuatan brand, daya tarik destinasi, dan aspirasi gaya hidup. Tantangannya adalah menyelaraskan ketiga elemen tersebut di pasar yang sangat beragam dan kaya nuansa budaya.”

Selain itu, program ITX 2026 juga akan membahas berbagai topik penting lain seperti teknologi hospitality, strategi keberlanjutan, kepemimpinan industri, transisi kepemilikan aset, serta semakin pentingnya desain yang berakar pada konteks budaya lokal. Berbagai diskusi ini mencerminkan pergeseran menuju model pengembangan hospitality yang lebih kontekstual, berkelanjutan, dan responsif terhadap karakter unik Indonesia.

Indonesia Tourism Xchange 2026 diselenggarakan oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia, bekerja sama dengan Langham Hospitality Group, serta didukung oleh Jakarta Hotels Association, PHRI Indonesia, dan Bali Hotels Association.
Partisipasi dalam acara ini tidak dipungut biaya, peserta diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu.

Seiring dengan semakin matangnya industri pariwisata Indonesia dan berkembangnya konsep kemewahan yang kini lebih berfokus pada pengalaman, ITX 2026 diharapkan menjadi forum industri tahunan yang memberikan perspektif strategis mengenai kinerja bisnis, investasi, dan strategi brand di salah satu pasar pariwisata paling dinamis di Asia.

Sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki sebuah platform industri nasional baru dengan hadirnya Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026). Forum ini akan mempertemukan pemilik hotel, operator, investor, serta pengambil keputusan senio <b>(DOK)</b> Sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki sebuah platform industri nasional baru dengan hadirnya Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026). Forum ini akan mempertemukan pemilik hotel, operator, investor, serta pengambil keputusan senio (DOK)

Baca Juga: IIMS 2026 Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hadirkan Wisata Otomotif hingga Sport Tourism

x|close