Dokter: Penderita Diabetes Tetap Bisa Berpuasa dengan Pengawasan Medis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 17:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Petugas melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan hemoglobin. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nz/am.) Ilustrasi - Petugas melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan hemoglobin. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nz/am.) (Antara)

Ntvnews.id, Purwokerto - Dokter spesialis penyakit dalam Pugud Samodro menyampaikan bahwa penyandang diabetes melitus tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara aman, asalkan melakukan persiapan matang, disiplin mengatur pola makan, serta berada dalam pengawasan tenaga medis.

"Yang terpenting bagi penyandang diabetes adalah melakukan evaluasi kondisi kesehatan sebelum Ramadhan, menyesuaikan jadwal serta dosis obat, dan tetap memantau gula darah selama berpuasa agar risiko dapat dicegah sejak dini," kata dosen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman itu di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa perubahan jadwal makan dan konsumsi obat selama Ramadhan harus menjadi perhatian utama. Diabetes melitus sendiri merupakan penyakit kronis yang ditandai tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun kerja hormon insulin.

"Pengelolaannya membutuhkan pengaturan makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, serta konsumsi obat atau insulin secara teratur," kata dia Pugud.

Menurutnya, saat berpuasa tubuh akan mengalami perubahan metabolisme, mulai dari pemanfaatan cadangan glukosa di hati hingga pembakaran lemak sebagai sumber energi. Pada individu sehat kondisi ini relatif stabil, namun pada penderita diabetes dapat memicu ketidakseimbangan kadar gula darah.

Baca Juga: Smileworks Beri Tips Jaga Produktivitas Kerja di Bulan Puasa Dimulai dari Kesehatan Mulut

Secara umum, penderita diabetes diperbolehkan berpuasa jika gula darah terkontrol, tidak sering mengalami hipoglikemia, tidak memiliki komplikasi berat, patuh terhadap pengobatan, serta rutin memeriksa gula darah.

Sebaliknya, puasa tidak dianjurkan bagi pasien dengan gula darah sangat tidak stabil, sering mengalami hipoglikemia berat, penyakit ginjal stadium lanjut, penyakit jantung berat, stroke baru, serta diabetes pada kehamilan.

Pugud menyarankan konsultasi dengan dokter dilakukan satu hingga dua bulan sebelum Ramadhan guna mengevaluasi kondisi kesehatan dan menyesuaikan terapi. Dari sisi pola makan, sahur tidak boleh dilewatkan karena berperan menjaga kestabilan gula darah.

Menu sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, sayuran, dan lemak sehat secukupnya, serta menghindari konsumsi gula berlebih dan gorengan.

Saat berbuka, pasien diabetes sebaiknya memulai dengan air putih dan kurma secukupnya, kemudian makan secara bertahap dengan memperbanyak sayur dan protein, serta membatasi minuman tinggi gula.

Baca Juga: Hipertensi dan Diabetes Dominasi Temuan Cek Kesehatan Gratis di Penjaringan Jakut

Kebutuhan cairan minimal delapan gelas air dipenuhi sejak berbuka hingga sahur, serta mengurangi konsumsi kopi dan teh berlebihan.

"Obat diabetes tetap harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter dengan penyesuaian waktu minum, dan pemeriksaan gula darah mandiri tidak membatalkan puasa," kata dia.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai setelah berbuka atau setelah tarawih dianjurkan untuk membantu metabolisme, sementara olahraga berat pada siang hari sebaiknya dihindari.

Ia juga mengingatkan agar puasa segera dibatalkan apabila muncul tanda bahaya seperti lemas berat, pusing hebat, gemetar, keringat dingin, atau jika hasil pemeriksaan menunjukkan gula darah di bawah 70 mg/dL atau di atas 300 mg/dL.

"Jika dijalankan dengan benar, puasa juga dapat memberi manfaat bagi penyandang diabetes, antara lain membantu pengendalian berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperbaiki metabolisme tubuh, dengan dukungan keluarga sebagai faktor penting dalam menjaga kepatuhan perawatan," kata Pugud.

(Sumber: Antara) 

x|close