Ntvnews.id, Jakarta - Tahun baru biasanya dirayakan dengan gemerlap kembang api, keriuhan suara terompet, hingga sajian hidangan enak yang dinikmati bersama orang terkasih.
1 Januari pun umumnya menjadi hari di mana banyak orang memulai hari dengan resolusi baru. Namun, tidak semua negara merayakan tahun baru pada tanggal tersebut. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh kepercayaan atau aturan yang diikuti warganya.
Baca Juga: Korea Selatan Perpanjang Pembebasan Biaya Visa bagi 6 Negara Termasuk Indonesia
Mengutip Go2Tutors pada Kamis, 1 Januari 2026, berikut sejumlah negara yang tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari:
1. China
Masyarakat China muda memang berkumpul di distrik perbelanjaan untuk menonton kembang api atau menghadiri pesta, tetapi secara umum mereka menantikan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi. Ratusan juta orang pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga, dengan perayaan berlangsung selama lima belas hari dan diakhiri Festival Lentera. Dekorasi merah menghiasi segalanya, petasan meledak di malam hari untuk mengusir roh jahat, dan keluarga saling memberi amplop merah sambil menikmati jamuan mewah.
2. Vietnam
Warga Vietnam menunggu Hari Raya Tết yang bertepatan dengan Imlek. Persiapan biasanya memakan waktu berminggu-minggu, mulai dari membeli pakaian baru hingga membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk. Rumah akan dihiasi bunga persik dan pohon kumquat, dengan perayaan selama beberapa hari mencakup hidangan mewah, pemujaan leluhur, dan anak-anak menerima amplop merah berisi uang.
3. Ethiopia
Ethiopia menggunakan kalender sendiri yang selisih tujuh hingga delapan tahun dari kalender Gregorian. Tahun Baru Ethiopia, Enkutatash, jatuh pada 11 September atau 12 September saat tahun kabisat. Perayaan menandai berakhirnya musim hujan dan dimulainya musim semi, dengan keluarga berkumpul untuk pesta, bertukar bunga, dan menyanyikan lagu tradisional. Anak-anak pergi dari rumah ke rumah menawarkan lukisan dan bernyanyi untuk mendapat hadiah kecil. Tanggal 31 Desember berlalu tanpa upacara bagi sebagian besar warga.
4. Iran
Iran merayakan tahun baru yang disebut Nowruz, tradisi yang telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun dan bertepatan dengan ekuinoks musim semi. Keluarga menyiapkan meja upacara Haft-sin yang dihiasi tujuh benda yang dimulai huruf S dalam bahasa Persia, serta melakukan pembersihan musim semi secara menyeluruh. Perayaan berlangsung selama tiga belas hari dan diakhiri piknik di luar ruangan pada Sizdah Bedar.
5. Arab Saudi
Kalender resmi Arab Saudi adalah kalender Hijriah, sehingga tahun baru jatuh pada hari pertama Muharram. Bagi muslim Saudi konservatif, merayakan tahun baru secara tradisional dianggap tidak pantas dan bertentangan dengan ajaran Islam.
6. Brunei Darussalam
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah melarang perayaan Natal dan Tahun Baru di depan umum sejak 2014 untuk melindungi agama Islam. Menampilkan dekorasi, mengenakan pakaian meriah, atau berkumpul di depan umum dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.
Baca Juga: Viral 10 Vila di Uluwatu Bali Terbakar Diduga Gegara Kembang Api
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Pengunjung berjalan di kawasan di Taman Ditan saat hari pertama Temple Fair dalam perayaan tahun baru Imlek 2576 di Distrik Dongcheng, Beijing, China, Rabu, 29 Januari 2025. (ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia) (Antara)