Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 29 April 2026 bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter global seiring ketidakpastian perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG dibuka menguat 24,22 poin atau 0,34 persen ke posisi 7.096,61. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,56 poin atau 0,38 persen ke posisi 684,88.
“Kiwoom Research perkirakan masih terdapat potensi konsolidasi lanjutan sedikit lagi menutup gap 7.022, up to 7.000-6.917. Sikap wait and see lebih banyak disarankan sambil menunggu market stabilizing,” kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 28-29 April 2026 pekan ini, yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.128 di Awal Perdagangan
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan arah kebijakan moneter Europan Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) selama pekan ini. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) telah mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75 persen.
“Pasar melihat kecenderungan hawkishbias, meski sebagian besar bank sentral kemungkinan masih menahan suku bunga sambil menunggu kejelasan dampak perang terhadap inflasi,” ujar Liza.
Perkembangan konflik antara AS dengan Iran, laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Iran telah mengajukan proposal baru untuk mengakhiri konflik dua bulan dengan AS dan Israel, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, yang sempat dipertimbangkan sebagai jalur de-eskalasi.
Namun demikian, Wall Street Journal dan Reuters mengungkap Presiden AS Donald Trump dan timnya bersikap skeptis, karena proposal tersebut menunda pembahasan program nuklir, padahal isu ini merupakan inti konflik sejak awal.
Kekecewaan tersebut berujung pada pembatalan pengiriman negosiator AS ke Pakistan, sekaligus meredam harapan pasar terhadap resolusi cepat.
Trump bahkan menyebut Iran dalam kondisi “collapse” dan mendesak pembukaan Selat Hormuz di tengah ketidakpastian internal Teheran.
Di sisi lain, blokade laut AS mulai menekan ekspor energi Iran, sehingga meningkatkan risiko penurunan produksi dan kelangkaan bahan bakar domestik.
“Dengan jalur diplomasi kembali buntu dan gangguan supply energi berlanjut, pasar semakin pricing-in skenario suku bunga tinggi lebih lama, seiring risiko inflasi yang kembali meningkat,” ujar Liza.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana memangkas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 5 menjadi 4 hari per pekan, sebagai bagian refocusing anggaran, dengan potensi penghematan sekitar Rp1 triliun per hari atau lebih dari Rp50 triliun per tahun.
Di sisi lain, Indonesia dan China akan meluncurkan sistem pembayaran QR lintas negara pada 30 April 2026, yang memungkinkan pengguna QRIS, Alipay, dan WeChat Pay bertransaksi langsung tanpa konversi tunai atau aplikasi tambahan.
Baca juga: Menkeu Optimistis IHSG Tembus 28.000 pada 2030 Meski Hadapi Volatilitas
Pada perdagangan Selasa (28/04) kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,46 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,11 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,27 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,46 persen.
Bursa AS Wall Street kompak melemah pada Selasa (28/04), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,05 persen ke 49.141,93, indeks S&P 500 melemah 0,49 persen ke 7.138,80, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,90 persen ke 24.663,80.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 619,90 poin atau 1,02 persen ke 59.917,46, indeks Shanghai menguat 8,94 poin atau 0,22 persen ke 4.087,58, indeks Hang Seng menguat 333,32 poin atau 1,30 persen ke 26.013,00, dan indeks Strait Times melemah 29,71 poin atau 0,61 persen ke 4.857,98. (Sumber:Antara)
Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom)