Dirut KAI dan BTN Temui Seskab, Bahas Pembangunan 5 Ribu Unit Rumah Susun Manggarai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 11:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (tengah) menerima Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu (kiri) dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (tengah) menerima Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu (kiri) dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Direktur Utama Bank Tabungan Negara Nixon Napitupulu dan Direktur Utama Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu, 22 April 2026 siang.

Pertemuan tersebut membahas upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

"Pertemuan ini membahas tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan," sebagaimana unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Rabu, 22 April 2026.

Dalam pembahasan tersebut, BTN bersama KAI serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyatakan komitmen untuk mengembangkan hunian vertikal.

Baca Juga: Seskab Teddy Bahas Program Hunian dan Pengembangan TOD Bersama BTN dan KAI

Salah satu proyek yang tengah berjalan berada di kawasan Manggarai, Jakarta. 

Proyek tersebut telah mulai direalisasikan dengan pembangunan sekitar 5.000 unit rumah susun yang memiliki luas 45 hingga 54 meter persegi.

Hunian ini dirancang agar dapat dijangkau masyarakat melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dalam kesempatan yang sama, juga dipaparkan capaian pembangunan perumahan oleh BTN sepanjang 2025, yang mencapai sekitar 200.000 unit rumah melalui skema KPR/FLPP serta tambahan 40.000 unit rumah non-KPR.

"Dan di tahun 2026 ini sesuai arahan Presiden jumlahnya akan ditingkatkan," tulis unggahan tersebut.

Baca Juga: Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat Pejompongan, Harapkan Akses Pendidikan untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Semakin Terbuka

Selain isu hunian, pertemuan tersebut juga menyoroti perkembangan redesain Stasiun Gambir serta peningkatan kualitas layanan kereta api, baik untuk penumpang maupun distribusi logistik di berbagai wilayah Indonesia.

Pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD) turut menjadi fokus pembahasan sebagai langkah strategis dalam menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan sistem transportasi.

(Sumber: Antara)

x|close