Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat Pejompongan, Harapkan Akses Pendidikan untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Semakin Terbuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 20:43
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) berbincang dengan calon siswa saat meninjau bakal Sekolah Rakyat di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana ekolah Rakyat yang menampung sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) berbincang dengan calon siswa saat meninjau bakal Sekolah Rakyat di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana ekolah Rakyat yang menampung sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan peninjauan kesiapan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufik.

Dalam kunjungan tersebut, Seskab Teddy juga berkesempatan bertemu langsung dengan para calon siswa Sekolah Rakyat yang mayoritas berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 atau kelompok miskin ekstrem.

“Jadi, adik-adik selamat datang di sini. (Sekolah Rakyat, red.) ini belum beroperasi, sehingga Pak Mensos mengajak saya untuk mengecek sekolahnya,” kata Seskab Teddy di hadapan para calon siswa Sekolah Rakyat di Pejompongan, Jakarta, Rabu sore, 22 April 2026.

Lebih dari 70 calon siswa dari jenjang SD hingga SMA yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta hadir dalam kegiatan tersebut. Gedung Sekolah Rakyat di Pejompongan sendiri sementara ini masih dipersiapkan dan berlokasi di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN RI. Program ini dirancang untuk menampung anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum mengenyam pendidikan sejak jenjang dasar.

Dalam kesempatan dialog, sejumlah calon siswa juga memperkenalkan diri di hadapan pejabat yang hadir. Salah satunya adalah Gonjalez, yang mengungkapkan latar belakang pendidikannya.

“Assalamualaikum Warahmahtullahi Wabarakatuh, perkenalkan nama saya Gonjalez, pindahan dari Sekolah Remaja Budi Jaya, tinggal saya di Jakarta Utara. (Saya) sekolah sampai kelas 5 (SD, kemudian) keluar,” kata Gonjalez saat sesi dialog bersama Mensos dan Seskab Teddy.

Baca Juga: Pemulung di Boyolali Bahagia, Anaknya yang Sempat Putus Sekolah Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

Ia juga menyampaikan cita-citanya untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masa depan.

Calon siswa lainnya, Putri Nana Kurnia, turut berbagi kisah hidupnya. Saat ini ia duduk di kelas IX SMP dan tengah bersiap melanjutkan ke jenjang SMA. Dalam kesehariannya, Nana tinggal bersama neneknya di Jakarta Pusat, dengan latar belakang keluarga yang cukup berat secara ekonomi.

Sementara itu, calon siswa lain bernama Aljabar Nur menjadi peserta terakhir yang memperkenalkan diri. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah bersekolah sebelumnya.

“Perkenalkan, nama saya Muhammad Aljabar, saya asli Jakarta Timur, saya belum sekolah Pak,” kata Aljabar sambil menahan tangis.

Melihat kondisi tersebut, Seskab Teddy memberikan motivasi dan dukungan kepada para calon siswa agar tetap semangat menempuh pendidikan.

Baca Juga: Di Usia 70 Tahun, Nenek Samini Berharap Sekolah Rakyat Jadi Jalan Cucunya Keluar dari Kemiskinan

“Di sini gak boleh sedih lagi. Di sini nanti adik-adik semuanya belajar yang baik, diberi penginapan yang baik, nanti diberi gizi yang baik. Insyaallah bisa membanggakan keluarga. Kemudian, Insyaallah juga cita-citanya nanti tercapai semua. Amin, semangat ya,” kata Seskab Teddy kepada Aljabar dan calon siswa Sekolah Rakyat yang hadir.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa para calon siswa tersebut merupakan hasil penjaringan langsung di lapangan yang kemudian diverifikasi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Saat ini, Kementerian Sosial telah membangun 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 38 provinsi dengan kapasitas menampung sekitar 15.900 siswa. Ke depan, pemerintah juga menargetkan pembangunan 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun 2026 sebagai bagian dari rencana besar pembangunan 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.

(Sumber: Antara)

x|close