Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen pada 2026.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong sehingga tetap baik di tengah memburuknya kondisi dan prospek ekonomi global.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dalam kisaran 4,9–5,7 persen," ucap Perry.
Perry menjelaskan berbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 meningkat ditopang oleh permintaan domestik.
Konsumsi rumah tangga naik didukung keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang terjaga serta kenaikan permintaan selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.
Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Tengah Gejolak Global
Baca juga: IHSG Turun ke Level 7.528, Investor Cermati Langkah Bank Indonesia
Kemudian belanja Pemerintah meningkat seiring pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan kenaikan belanja sosial serta berbagai insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah.
Investasi, khususnya bangunan juga tetap baik didorong terutama oleh akselerasi investasi terkait berbagai program prioritas Pemerintah.
"Ke depan, berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia perlu terus diperkuat di tengah menurunnya prospek perekonomian global," ungkapnya.
Berbagai respons kebijakan diperkuat untuk memitigasi dampak perlambatan ekonomi dunia dan mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dari permintaan domestik.
Dalam hal ini, berbagai program prioritas Pemerintah untuk menyerap tenaga kerja, meningkatkan permintaan domestik, dan tetap memperkuat ketahanan fiskal terus dilakukan.
"Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ketidakpastian global masih sangat tinggi.