Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa pembangunan jaringan perkeretaapian merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) di jalan nasional.
“Pengembangan jaringan perkeretaapian untuk menurunkan biaya logistik sekaligus mengurangi beban jalan raya, termasuk kendaraan ODOL yang sedang ditertibkan,” kata AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu.
Menurutnya, penguatan sektor perkeretaapian tidak hanya berfungsi menekan ongkos distribusi logistik, tetapi juga mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini didominasi kendaraan berat dengan muatan berlebih.
Kebijakan ini sejalan dengan prioritas pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan infrastruktur sebagai pilar utama pembangunan nasional.
AHY menjelaskan bahwa pemerintah akan mengembangkan jaringan kereta api nasional yang terintegrasi untuk melayani kebutuhan mobilitas penumpang sekaligus distribusi barang.
“Ini menjadi mandat Presiden untuk mempercepat pengembangan jaringan kereta lintas pulau,” ujarnya.
Program pengembangan tersebut mencakup pembangunan jaringan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Baca Juga: AHY Targetkan Indonesia Bebas Truk ODOL pada 2027, Sebut Pungli Jadi Akar Masalah
Ia menilai, peran kereta api tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas daerah melalui penurunan biaya logistik yang selama ini menjadi kendala utama.
Selain itu, moda transportasi kereta api dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan transportasi darat lainnya.
AHY menyebut sektor transportasi darat menyumbang sekitar 89 persen emisi, sedangkan kereta api kurang dari satu persen.
Ia juga menyoroti ketimpangan investasi antara pembangunan jalan dan rel. Pada 2023, anggaran pembangunan jalan mencapai sekitar Rp86 triliun, sementara pembangunan rel kereta hanya sekitar Rp6 triliun.
Menurutnya, kondisi ini perlu dibenahi mengingat panjang jaringan rel nasional masih terbatas sekitar 12.000 kilometer dan sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Baca Juga: AHY Targetkan Zero ODOL Berlaku Penuh Mulai Januari 2027
Di luar Jawa, jaringan kereta masih belum optimal: Sumatera belum sepenuhnya terhubung, Kalimantan belum memiliki jalur, dan Sulawesi masih dalam tahap terbatas.
AHY menekankan pentingnya pengembangan jaringan kereta di wilayah yang kaya sumber daya alam untuk meningkatkan efisiensi distribusi komoditas.
Pemerintah menargetkan pembangunan dan reaktivasi jaringan rel hingga sekitar 14.000 kilometer secara bertahap menuju visi Indonesia 2045, dengan kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun.
Pendanaan proyek ini akan bersumber dari kombinasi APBN, APBD, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta investasi swasta dan luar negeri.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026. ANTARA/Harianto (Antara)