AHY Sebut Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional Butuh Rp1.200 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 15:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
AHY AHY (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kebutuhan anggaran besar untuk pengembangan dan reaktivasi jaringan kereta api nasional.

Ia memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp1.200 triliun untuk pembangunan jalur sepanjang 14.000 kilometer dalam beberapa dekade ke depan.

Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi pengembangan jaringan perkeretaapian Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS) yang digelar di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu, 22 April 2026.

"Jika kita ingin menambah katakanlah tadi 14.000 kilometer ini sekian tahun ke depan, maka biayanya itu diperkirakan sekitar Rp 1.200 triliun," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan jaringan kereta api merupakan bagian penting dari strategi nasional di sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Tekan Biaya Logistik, AHY Dorong Percepatan Kereta Api Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi

AHY <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> AHY (NTVNews.id/Adiansyah)

Adapun angka tersebut menjadi estimasi awal untuk membangun sistem transportasi berbasis rel yang lebih luas. Dengan asumsi proyek dijalankan selama 20 tahun hingga 2045, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran tahunan berada di kisaran Rp60 triliun per tahun hingga Rp65 triliun per tahun.

Tetapi, estimasi biaya tersebut masih bersifat awal dan akan terus disempurnakan. Nilai investasi dapat berubah sesuai kondisi geografis, tingkat kesulitan konstruksi, kebutuhan wilayah, hingga jenis teknologi yang digunakan di setiap daerah. Wilayah pegunungan, rawa, atau kawasan terpencil tentu membutuhkan biaya berbeda dibanding daerah datar dan perkotaan.

Menurut AHY, pengembangan jaringan kereta api menjadi bagian dari program prioritas pemerintah dalam pilar infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, termasuk pengembangan jaringan kereta api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

x|close