Amran Sulaiman: Sawit Jadi Energi Masa Depan, Impor Solar Dihentikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Apr 2026, 19:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai hadir untuk memberikan pidato kunci (keynote speech) pada wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Grha ITS Surabaya, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Willi Irawan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai hadir untuk memberikan pidato kunci (keynote speech) pada wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Grha ITS Surabaya, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Willi Irawan. (Antara)

Ntvnews.id, 

Surabaya - Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia berencana menghentikan impor bahan bakar solar mulai 1 Juli 2026, seiring dengan implementasi program biodiesel 50 persen (B50) berbasis kelapa sawit.

“Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” kata Amran saat berada di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Minggu, 19 April 2026.

Ia menuturkan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional dengan memaksimalkan potensi komoditas sawit sebagai sumber energi alternatif.

Baca Juga: Gugatan Menteri Pertanian ke Tempo Dinilai Bisa Ancaman Kebebasan Pers

Menurutnya, kelapa sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bensin dan etanol, yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

“Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV untuk mengembangkan bensin berbasis sawit dalam skala awal sebelum diperluas ke tahap industri yang lebih besar.

“Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran turut meninjau berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan oleh ITS, termasuk traktor listrik yang dinilai lebih hemat dan efisien dibandingkan alat berbahan bakar konvensional.

Baca Juga: Industri Kelapa Sawit Perkuat Peran Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan

“Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi tersebut, Kementerian Pertanian memesan 10 unit traktor listrik untuk keperluan uji coba.

Diketahui, kunjungan Amran ke Surabaya dilakukan dalam rangka memberikan pidato kunci (keynote speech) pada wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur yang digelar di Grha ITS.

(Sumber: Antara)

x|close