Harga Plastik Melonjak, Mendag Dapat Alternatif Bahan Baku dari Afrika dan India

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 18:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah bergerak cepat merespons terganggunya pasokan bahan baku plastik. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah bergerak cepat merespons terganggunya pasokan bahan baku plastik. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah bergerak cepat merespons terganggunya pasokan bahan baku plastik.

Busan mengungkapkan, selama ini Indonesia masih bergantung pada impor nafta dari kawasan Timur Tengah sebagai bahan baku utama bijih plastik.

Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan tersebut berdampak langsung pada distribusi pasokan. 

"Jadi plastik itu kan memang kita itu impor bahan bakunya untuk bijih plastik itu kan nafta ya, itu kan dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga terganggu otomatis dari sana," ucap Mendag di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin 13 April 2026.

Baca juga: Harga Plastik Naik, Pramono: Terkadang Harus Kembali ke Cara Tradisional, Pakai Daun Pisang

Lebih lanjut, dirinya menyebut pemerintah kini menjajaki impor bahan baku dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat (AS), dan kawasan Afrika. 

Komunikasi dengan produsen di negara-negara tersebut juga telah dilakukan, meski diakui masih membutuhkan waktu untuk proses peralihan pasokan.

"Sudah jadi kemarin kami sudah koordinasi dengan produsen," bebernya.

Busan menambahkan, pemerintah juga menggandeng perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membantu mencari sumber alternatif lain guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku plastik.

Tak hanya Indonesia, krisis ini juga berdampak global. Sejumlah produsen plastik di negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, hingga Singapura dilaporkan mengalami keterbatasan bahan baku.

"Produsen plastiknya di beberapa negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Singapura itu kan banyak yang force majeure ya. Jadi memang ini krisis global terkait dengan keterbatasan bahan baku tadi," bebernya.

Baca juga: Menkeu: Belum Ada Permintaan Relaksasi Bea Masuk Bahan Baku Plastik

Terkait impor dari negara alternatif, Mendag memastikan prosesnya sudah berjalan. 

Namun, ia mengakui kedatangan pasokan masih membutuhkan waktu, sementara industri dalam negeri saat ini masih mengandalkan stok yang tersedia.

"Impor dari tiga negara tadi sudah diproses. Cuma kan perlu waktu kan. Jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada" tandasnya.

x|close