Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait maraknya praktik joki dalam penggunaan sistem Coretax.
Purbaya mengakui praktik joki Coretax muncul lantaran adanya peluang dalam sistem yang belum sepenuhnya sempurna.
"Kalau ekonomi kan kalau ada kesempatan pasti ada yang masuk ke situ. Tapi ke depan kita betulin sehingga Coretax nggak perlu pakai joki lagi. Kan desainnya agak cacat rupanya,” ucap Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin 6 April 2026.
Lebihlanjut, Purbaya menyebut desain Coretax saat ini dinilai masih terlalu kompleks bagi masyarakat. Alhasil membuka ruang bagi pihak ketiga untuk menjadi perantara.
Baca juga: Purbaya: Uang Tabungan Pemerintah di Bank Indonesia Masih Rp120 Triliun
Baca juga: Purbaya: Ekonomi Membaik, Penerimaan Pajak Naik 20,7% Jadi Rp 394,8 Triliun di Triwulan I 2026
"Desain agak sulit dipakai orang biasa sehingga ada joki atau software interface yang bisa mengubah Coretax dengan orang-orang. Sekarang terlalu cepat, terlalu pendek waktunya kita betulin,” bebernya.
Purbaya juga mengaku baru mengetahui adanya celah dalam sistem Coretax dalam waktu sebulan terakhir.
“Karena saya baru tahu sebulan yang lalu, kurang dari sebulan lah. Bahwa ada ruang untuk orang masuk di tengah Coretax ke sana. Jadi seperti Coretax diciptakan kelemahan supaya ada bisnis di tengah. Nanti saya beresin,” tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait maraknya praktik joki dalam penggunaan sistem Coretax. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)