Rupiah Hampir Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS, BI Lakukan Intervensi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 11:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merespons terkait nilai tukar rupiah yang terus melemah mendekati level Rp17.000 per dolar AS. 

Adapun pada pembukaan perdagangan Rabu 4 Maret 2026, rupiah bergerak melemah 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS pada Selasa 3 Maret 2026.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan bahwa bank sentral Indonesia akan terus berada di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah.

“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” ucap Destry dalam keterangan tertulisnya, Rabu 4 Maret 2026.

Baca juga: Perang Israel-AS Vs Iran, Bank Indonesia Pastikan Rupiah Terjaga

Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) <b>(Antara)</b> Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) (Antara)

Baca juga: Rupiah Tergelincir ke Rp16.829 per Dolar AS Awal Pekan Imbas Timur Tengah Memanas

Menurutnya pelemahan rupiah masih sejalan dengan mata uang regional. Secara month-to-date (mtd), rupiah tercatat melemah 0,51 persen, relatif lebih baik dibandingkan regional.

Cadangan devisa juga tetap terjaga yakni berada di level 154,6 miliar dolar AS akhir Januari 2026. 

Kemudian arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun.

x|close