Maybank Indonesia Cetak Laba Tinggi Berkat Efisiensi dan Penurunan Provisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 09:33
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Gedung Maybank Indonesia Gedung Maybank Indonesia (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan kinerja solid sepanjang 2025, terutama terlihat dari lonjakan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) yang mencapai Rp1,66 triliun, tumbuh 48,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan kinerja ini terutama ditopang oleh beban provisi yang terus menurun serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.

Laba sebelum pajak (PBT) juga meningkat signifikan menjadi Rp2,22 triliun, naik 38,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terjadi seiring kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 1,6 persen yoy, yang didorong disiplin penerapan risk-based pricing dan pergeseran struktur pendanaan ke sumber yang lebih efisien.

Marjin Bunga Bersih (NIM) tercatat berada di level 4,3 persen. Sementara itu, Pendapatan Nonbunga (NOII) tumbuh 8,1 persen, terutama berkat peningkatan kinerja global markets hingga mencapai Rp441 miliar, ditambah kontribusi dari asset recovery serta layanan wealth management.

Baca Juga: Utamakan Layanan kepada Nasabah, LPS Percepat Penanganan BPR Prima Master Bank

Kombinasi seluruh faktor tersebut membuat Gross Operating Income (GOI) meningkat menjadi Rp9,55 triliun, naik 3,1 persen yoy. Beban overhead tetap terkendali dengan kenaikan hanya 2,4 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,5 persen pada tahun sebelumnya. Tingkat efisiensi operasional tercermin dari rasio BOPO yang berada di 86,3 persen.

Presiden Direktur Steffano Ridwan menegaskan bahwa 2025 menjadi titik penting bagi bank dalam memperkuat profitabilitas dan fundamental perusahaan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

“Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan pada sejumlah lini bisnis kami yang terus menunjukkan perkembangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Februari 2026.

Steffano menambahkan bahwa strategi disiplin dalam pengelolaan biaya, optimalisasi struktur pendanaan, dan manajemen risiko yang kuat menjadi faktor penting yang mendorong ketahanan neraca keuangan dan peningkatan kualitas aset.

Baca Juga: BRI Gandeng IPB, Karier Dunia Perbankan Dikenalkan Lebih Dekat

“Maybank Indonesia akan terus berjalan selaras dengan arah strategis grup, dengan fokus pada penyediaan solusi keuangan yang berorientasi pada nasabah, pertumbuhan bisnis yang disiplin, serta penciptaan nilai jangka panjang,” sambungnya.

Dari sisi operasional, laba sebelum provisi (PPOP) meningkat menjadi Rp3,10 triliun, atau tumbuh 4,8 persen yoy. Beban pencadangan juga turun tajam sebesar 28,7 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kredit dan lebih rendahnya impairment charges sepanjang 2025.

Pada performa kuartalan, kuartal IV/2025 menunjukkan capaian positif. Bank mencatat PBT sebesar Rp922 miliar, tumbuh 22,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Pertumbuhan ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan nonbunga sebesar 3,0 persen, terutama dari divisi global markets dan wealth management.

Secara berurutan (quarter-to-quarter), PBT kuartal IV/2025 melonjak 72,7 persen dibandingkan kuartal III/2025. Dorongan pertumbuhan tersebut berasal dari kenaikan NII sebesar 2,7 persen serta lonjakan NOII sebesar 23,8 persen dari kuartal sebelumnya.

x|close