Ntvnews.id, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menghadapi tekanan pada jumlah pelanggan sepanjang 2025 di tengah kenaikan utang perusahaan.
Dalam periode satu tahun terakhir, jumlah pelanggan Indosat tercatat turun sekitar 1 juta menjadi 93,7 juta pelanggan, penurunan dipicu oleh berkurangnya 1,3 juta pelanggan pra bayar.
Sementara itu, segmen pasca bayar masih mencatatkan pertumbuhan sekitar 300 ribu pelanggan.
Meski basis pelanggan menyusut, rerata pendapatan per pelanggan Average Revenue Per User (ARPU) justru meningkat secara tahunan (yoy) menjadi Rp40.000. Pada kuartal IV 2025, ARPU gabungan bahkan mencapai Rp44.000.
ARPU pra bayar tercatat Rp40.000, sedangkan pasca bayar jauh lebih tinggi di level Rp93.000.
Secara keseluruhan, pendapatan Indosat masih ditopang oleh bisnis seluler yang menyumbang Rp47,35 triliun dari total pendapatan 2025 sebesar Rp56,51 triliun.
Baca juga: Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Group Bangun FiberCo, Total Aset Rp14,6 Triliun
Dari sisi operasional, trafik data tumbuh 9,2 persen menjadi 7.655 petabyte (PB), mencerminkan masih kuatnya permintaan layanan data seiring pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Perusahaan juga memperluas jaringan dengan menambah BTS 5G secara signifikan menjadi 6.872 titik dari sebelumnya hanya 107 titik.
Namun, jumlah BTS 5G tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan BTS 4G yang per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 214.000 unit, termasuk tambahan sekitar 18.000 BTS 4G sepanjang tahun lalu.
“Pada 31 Desember 2025, perusahaan mengoperasikan secara total sekitar 214.000 BTS 4G (bertambah sekitar 18.000 BTS 4G pada 2025) dan 6.872 BTS 5G,” jelas manajemen Indosat, dikutip Kamis 12 Februari 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 perusahaan membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 12,2 persen menjadi Rp5,5 triliun.
Baca juga: Intel Kejagung Bisa Sadap Nomor Telkomsel, Indosat hingga XL
Kenaikan ini ditopang oleh akumulasi pendapatan selama 12 bulan tahun lalu yang mencapai Rp56,51 triliun. Khusus pada kuartal IV, pendapatan Indosat tercatat sebesar Rp15,35 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut tidak hanya ditopang oleh peningkatan pendapatan, tetapi juga dipengaruhi oleh pengelolaan beban usaha, termasuk beban karyawan, pemasaran, serta pos biaya lainnya.
Sementara itu, hingga akhir 2025 Indosat mencatatkan utang pinjaman sebesar Rp11,85 triliun atau naik 30 persen secara yoy.
Di sisi lain, nilai obligasi tercatat Rp3,5 triliun, turun 39 persen yoy. Adapun posisi utang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan tercatat sebesar Rp3,65 triliun.
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat kenaikan rerata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) secara tahunan menjadi Rp40.000 secara keseluruhan di 2025.