Ntvnews.id, Balikpapan - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan perlunya pembenahan total terhadap badan usaha milik negara (BUMN) setelah menilai kinerja sebagian jajaran direksi tidak selaras dengan kepentingan negara.
Dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, Prabowo secara terbuka mengkritisi kualitas kepemimpinan di sejumlah BUMN.
"Terlalu banyak pengalaman kita, direksi-direksi BUMN, saya katakan saja tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN," kata Prabowo.
Presiden juga menyoroti kondisi BUMN yang mencatat kerugian, namun tetap mengajukan permintaan bonus atau tantiem. Menurutnya, posisi di BUMN sejatinya adalah amanah pengabdian kepada negara, bukan semata jabatan untuk mencari keuntungan pribadi.
Baca Juga: Prabowo Sebut Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pertama Sepanjang Sejarah RI
"BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi, sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu, 'ndablek' menurut saya. Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap menggantikan saudara-saudara. Saya percaya banyak yang siap menggantikan," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi nasional. Ia menilai selama ini upaya tersebut terhambat oleh lemahnya kemauan serta praktik tidak jujur di level manajemen, termasuk tindakan menipu atasan hingga Presiden demi kepentingan pribadi.
AHY dampingi Prabowo resmikan infrastruktur RDMP (kemenkoinfra)
"Selama ini menurut saya tidak ada will, selama ini banyak di posisi manajemen, di posisi kritis membohongi atasan, menipu atasan, menipu Presiden untuk mencari keuntungan pribadi. Sekarang harus hentikan seperti itu," katanya.
Menurut Kepala Negara, kekayaan negara merupakan modal strategis yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Pengelolaan yang baik diyakini dapat memperkuat bangsa, menekan angka kemiskinan dan kelaparan, sekaligus mendorong pengembangan industri serta teknologi agar mampu bersaing di tingkat global.
Baca Juga: Pakar Sorot Potensi RDMP Balikpapan: Dari Nyaris Gagal hingga Diselamatkan Prabowo
Prabowo juga menyinggung pentingnya dukungan pendanaan dalam mendorong program hilirisasi nasional. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai apabila didukung tata kelola yang profesional dan bersih.
"Program hilirisasi kita membutuhkan uang. Tapi saya optimis dengan pengelolaan yang baik Kita akan mampu mencapai tujuan hilirisasi itu," pungkasnya.
Prabowo Subianto (Istimewa)