Resmikan RDMP Balikpapan Kilang Terbesar Indonesia, Prabowo: Ini Prestasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 17:39
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Balikpapan - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026, Nilai investasi yang dikucurkan untuk megaproyek tersebut mencapai USD 7,4 miliar atau setara dengan Rp123 triliun.

Dengan beroperasinya proyek ini, Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) kini menjadi kilang terbesar di Indonesia. Kapasitas pengolahannya meningkat signifikan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

"Tentunya saya menyambut bahagia dan sangat bangga atas peresmian hari ini, dan saya ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, pihak, dan jajaran personalia sehingga kita berhasil mencapai hari ini. Ini prestasi yang sangat penting bagi bangsa,” kata Prabowo saat peresmian RDMP Balikpapan di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis untuk Siswa Miskin hingga 2029, Bisa Tampung 500.000 Anak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan proyek terintegrasi yang membentuk satu ekosistem dengan jaringan infrastruktur Terminal Minyak Lawe-lawe, yang terhubung melalui Pipa Gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer.

"Total investasinya sekitar 7,4 miliar US dollar, dan ini adalah RDMP terbesar dalam sepanjang sejarah kita yang dibangun di Indonesia," ujar Bahlil kepada awak media.

Ia menambahkan, RDMP Balikpapan menjadi proyek RDMP pertama yang diresmikan di Indonesia dalam 32 tahun terakhir. Sebelumnya, Pertamina terakhir kali merampungkan proyek serupa di Kilang Balongan pada 1994.

Prabowo Subianto <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto (Istimewa)

"RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi, karena sejak 32 tahun lalu terakhir kita meresmikan RDMP, tepatnya pada tahun 1994 di Jawa Barat, Balongan," jelas Bahlil.

Dengan mulai beroperasinya RDMP Balikpapan, Bahlil memastikan pemerintah tidak lagi menerbitkan izin impor solar (gasoil) CN 48 mulai awal 2026, disusul penghentian impor solar CN 51 pada semester II 2026.

"Begitu diresmikan, maka insyaallah kita tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar. Ini dalam rangka mendorong kedaulatan energi," tegasnya.

RDMP Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019. Proyek ini mencakup sistem penerimaan minyak mentah, fasilitas pengolahan, serta infrastruktur pendukung guna memperkuat keandalan rantai pasok energi nasional.

Baca Juga: Bahlil Setop Impor Solar untuk SPBU Swasta Mulai 2026

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Crude Distillation Unit (CDU) di Kilang Balikpapan kini mampu mengolah hingga 360 ribu barel minyak mentah per hari, sekaligus menegaskan posisinya sebagai kilang terbesar di Tanah Air.

Selain itu, fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi komponen utama dalam proyek RDMP Balikpapan. Fasilitas ini meningkatkan kualitas produksi bahan bakar dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm.

Melalui RFCC Complex, Kilang Balikpapan tidak hanya memproduksi bensin dan solar, tetapi juga berpotensi menambah produksi LPG hingga sekitar 336 ribu ton per tahun. Fasilitas ini juga memungkinkan pengolahan minyak residu yang sebelumnya sulit diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti nafta dan propylene.

x|close