Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi proyek revitalisasi kilang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
“Ini adalah RDMP (revitalisasi) terbesar dalam sepanjang sejarah kita yang dibangun di Indonesia. Ini terbesar,” ucap Bahlil, Senij 12 Januari 2026.
Adapun proyek dengan total investasi setara Rp123 triliun itu bertujuan untuk memodernisasi kilang yang ada, sehingga akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
“RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi,” bebernya.
Baca juga: Bahlil akan Wajibkan Penerapan Bioetanol dalam BBM Paling Lambat Tahun 2028
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia didampingi Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri beserta rombongan melakukan peninjauan ke gallery walk di Intergrated Terminal Jakarta dalam acara Kunjungan Satgas Nataru, pada Minggu, 28 Desember 2025
RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan kilang mengelola hingga 360 ribu barel minyak per hari. Kapasitas ini setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.
Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.
Dengan demikian, peresmian RDMP Balikpapan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional.
Selain itu, proyek tersebut juga ditargetkan bisa meningkatkan kualitas produk BBM menjadi setara Euro V atau kandungan sulfur 10 ppm, dari yang saat ini masih Euro II, serta peningkatan yield valuable product menjadi 91,8 persen.
Adapun produk yang akan dihasilkan dari kilang RDMP Balikpapan, yakni BBM, LPG, dan petrokimia.
“Begitu diresmikan (oleh Presiden), maka insya Allah kita tahun ini tidak lagi melakukan impor solar. Ini dalam rangka mendorong kedaulatan energi,” kata Bahlil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berkunjung ke Integrated Terminal Jakarta, di Jakarta, Minggu 28 Desember 2025. ANTARA/Aji Cakti (Antara)
Baca juga: Bahlil Laporkan Capaian Lifting Minyak dan Elektrifikasi Desa kepada Prabowo dalam Retret Hambalang
Bahlil menyampaikan pemerintah terakhir kali meresmikan revitalisasi kilang pada 1994, tepatnya pada RDMP Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
“Sejak 32 tahun lalu terakhir kita meresmikan RDMP. Tepatnya pada tahun 94 di Jawa Barat, Balongan,” tandasnya (Sumber:Antara)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sambutan di acara Kunjungan Satgas Nataru di Intergrated Terminal Jakarta, pada Minggu, 28 Desember 2025