Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah melaporkan capaian positif dalam realisasi investasi di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh tanah air, yang tercatat menembus angka Rp46 triliun sepanjang periode Januari hingga September 2026. Capaian tersebut turut dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 53.190 orang.
Secara persentase, perolehan investasi tersebut telah merealisasikan sekitar 67 persen dari total target ambisius investasi KEK yang dipatok sepanjang tahun 2026, yakni sebesar Rp69,1 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026, menegaskan bahwa akselerasi dan pengembangan KEK harus terus diperkuat secara berkesinambungan demi menopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok hingga menyentuh angka 8 persen.
“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” ujar Airlangga.
Jika dihitung secara kumulatif keseluruhan, total realisasi investasi yang berhasil dihimpun di seluruh KEK hingga tanggal 30 September 2026 telah mencapai angka fantastis sebesar Rp382,1 triliun, dengan akumulasi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan mencapai 302.262 orang.
Lebih lanjut, dalam kurun waktu dua tahun masa kepemimpinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhitung sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026 catatan realisasi investasi nasional secara keseluruhan bahkan telah menembus angka Rp3.932 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja yang meluas hingga sekitar 5,4 juta orang.
Airlangga menilai bahwa KEK memiliki ruang dan potensi yang sangat besar untuk terus diekspansi melalui penguatan sektor-sektor unggulan, peningkatan standar kualitas layanan, serta perluasan kapasitas usaha guna mendongkrak kontribusi sektor investasi terhadap perekonomian makro.
Fokus pengembangan tersebut mencakup berbagai pilar strategis, di antaranya sektor kesehatan, pariwisata, industri pengolahan, digital, teknologi mutakhir, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Khusus pada sektor kesehatan, kehadiran KEK diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menekan laju keluarnya devisa negara ke luar negeri (capital outflow), yakni melalui penyediaan fasilitas layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.
“Dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK-KEK yang ada,” tambah Airlangga.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menambahkan bahwa pengembangan KEK kesehatan juga membawa dampak berantai (multiplier effect) yang kuat dalam memicu investasi di sektor industri alat kesehatan dan farmasi, sekaligus menjadi sarana efektif dalam mempercepat transfer pengetahuan medis dari dokter asing kepada tenaga kesehatan lokal di Indonesia.
Sementara itu, pada sektor pariwisata, strategi pengembangan kawasan difokuskan pada kolaborasi lintas sektor untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia, penyelenggaraan berbagai ajang internasional (events), penguatan promosi, serta pengembangan wisata khusus seperti wisata kebugaran (wellness tourism) dan wisata bahari.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan kesiapan penuh jajaran kementeriannya untuk berkolaborasi secara erat dalam mengoptimalkan potensi enam KEK pariwisata yang ada.
Di sisi lain, dari sektor industri, ekspansi kawasan diarahkan untuk memperbesar kapasitas penanaman modal sekaligus mendongkrak daya saing global. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menekankan pentingnya penguatan fasilitas pendukung dan standar pelayanan agar KEK dapat menjadi benchmark atau tolok ukur bagi kawasan-kawasan industri lainnya di tanah air.
Seluruh rangkaian penguatan kawasan ekonomi ini tentunya harus berjalan selaras dengan tingkat kesiapan tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mendorong agar KEK dapat bertransformasi menjadi pusat penggerak talenta (talent engine) yang mampu mengintegrasikan kebutuhan riil industri dengan sistem pendidikan, pelatihan vokasi, serta program pemagangan yang terarah.
Melalui sinergi pengembangan sektor-sektor unggulan serta peningkatan daya saing sumber daya manusia, pemerintah optimistis KEK akan mampu terus mengakselerasi realisasi investasi, memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, serta menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III Tahun 2026, Jakarta, Rabu (21/10/2026) (Antara)