Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Nataru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 09:37
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 53.490 pekerja sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 53.490 pekerja sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp31,8 triliun untuk mendanai serangkaian program bantuan sosial (bansos) dan insentif diskon menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi domestik di akhir tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa rangkaian program stimulus tersebut akan disalurkan hingga penghujung tahun 2026. Program ini mencakup penyaluran bantuan pangan, Bantuan Subsidi Upah (BSU), hingga stimulus potongan harga atau diskon khusus belanja Nataru.

"Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan: satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga Bantuan Subsidi Upah," ujar Airlangga, dikutip 22 Oktober 2026.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI 7,5 Persen

Ia menegaskan, seluruh skema insentif termasuk potongan harga selama masa libur akhir tahun telah dirancang secara matang. 

"Diskon Natal Tahun Baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun," tambahnya.

Guna memastikan efektivitas penyerapan anggaran dan jangkauan manfaat kepada masyarakat, pemerintah membagi alokasi dana tersebut ke dalam beberapa skema bantuan utama:

Bantuan Pangan Beras:

Pemerintah menyiapkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per penerima manfaat yang disalurkan secara rutin selama tiga bulan berturut-turut. Program ini diharapkan dapat menekan beban pengeluaran rumah tangga terhadap kebutuhan pokok menjelang lonjakan harga akhir tahun.

Bantuan Subsidi Upah (BSU):

Penyaluran bantuan subsidi upah dipastikan kembali berlanjut. Program ini menyasar kelompok pekerja atau buruh yang memenuhi kriteria terdaftar, sebagai bentuk perlindungan sosial dan menjaga kesejahteraan tenaga kerja.

Program Diskon Nataru:

Pemerintah menggelar berbagai skema diskon dan potongan harga selama periode libur Natal dan Tahun Baru untuk merangsang aktivitas ekonomi masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta meringankan biaya perjalanan maupun belanja akhir tahun.

Di samping itu, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Menko Airlangga secara langsung melaporkan kondisi fundamental makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan laporan tersebut, perekonomian nasional dinilai berada dalam kondisi yang relatif kuat dan berdaya tahan.

Melalui dana Rp31,8 triliun ini, pemerintah berharap dapat membentengi daya beli masyarakat dari dampak ketidakpastian ekonomi global, sekaligus memastikan roda perekonomian nasional tetap berputar kencang di penghujung tahun.

x|close