Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut harga batu bara saat ini telah mencapai 154 dolar AS per ton untuk kalori 633. Kenaikan harga tersebut diharapkan dapat diikuti peningkatan produksi guna mendorong penerimaan negara.
"Alhamdulillah sekarang harga batu bara kita mulai naik dan sekarang hari ini mencapai 154 dolar per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan," kata Bahlil dalam keterangan pers seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Meski berharap produksi meningkat, Bahlil menegaskan pemerintah tetap memberlakukan relaksasi produksi secara terbatas. Kebijakan itu ditujukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara sekaligus meningkatkan perolehan devisa.
“Sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga 'supply and demand', tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," ucapnya.
Selain membahas batu bara, Bahlil menyampaikan perkembangan positif program hilirisasi nikel. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan sejumlah pabrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Pemerintah juga tengah mempersiapkan peresmian fasilitas produksi dalam ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut merupakan hasil kerja sama antara perusahaan asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), dan badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia.
Baca Juga: Komunikasi Pemerintahan Prabowo Dinilai Publik Baik
"Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan 'groundbreaking', itu adalah kerja sama antara CATL (Contemporary Amperex Technology Co Limited) dan BUMN kita" kata Bahlil.
Di sektor energi, pemerintah juga terus berupaya memastikan ketersediaan serta kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Bahlil menjelaskan, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Senin berada di kisaran 105–106 dolar AS per barel. Sementara itu, rata-rata ICP selama periode Januari hingga Oktober 2026 berada pada rentang 91–92 dolar AS per barel.
Terkait ketahanan stok BBM nasional, Bahlil menyebut cadangan Pertalite dengan nilai oktan atau RON 90 tersedia untuk kebutuhan sekitar 16–18 hari. Adapun stok jenis BBM lain, termasuk Pertamax RON 92, RON 95, RON 98, serta Solar, berada di atas 20 hari.
Pemerintah juga memperkuat pasokan BBM di Bali setelah sebelumnya terjadi kendala distribusi. Cadangan BBM di wilayah tersebut telah ditingkatkan hingga mencukupi kebutuhan 11–12 hari, dengan target mencapai 15 hari dalam sepekan berikutnya.
"Sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional. Masalahnya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai, tapi sekarang sudah bisa terurai yang dibantu oleh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan Gubernur dan Kapolda dan TNI, dan sudah benar-benar Pertamina melakukan ini, itu dari sisi BBM," tuturnya.
Selain Bali, penyaluran BBM di sejumlah daerah di Jawa Timur juga dilaporkan mulai kembali normal. Bahlil mengatakan Pertamina telah melakukan sejumlah penyesuaian distribusi untuk mengatasi kendala pasokan di wilayah tersebut.
"Beberapa tempat di Jawa Timur, karena memang tanggung jawab untuk menyuplai di bawah itu adalah Pertamina, sudah mendapat saya laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana," ujar Bahlil.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (NTVnews)