Pemerintah Ingin Replikasi Pertumbuhan Daerah untuk Capai Target 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 16:24
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
(Kiri ke kanan) Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, di Kantor BPS, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026 (Kiri ke kanan) Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, di Kantor BPS, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penerapan strategi pertumbuhan ekonomi dari sejumlah daerah yang mencatat kinerja positif, terutama wilayah dengan sektor industri pengolahan yang kuat, untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, sejumlah daerah yang memiliki aktivitas industri pengolahan kuat mampu membukukan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Kalau ini bisa kita replikasi, dan Insya Allah bisa, target pertumbuhan ekonomi 2027 6 persen itu amat sangat bisa dicapai,” kata Dradjad dalam konferensi pers setelah pertemuan di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia bahkan menilai penerapan strategi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target 6 persen. Pandangan itu muncul setelah dirinya mencermati data perkembangan ekonomi daerah yang disampaikan BPS.

"Kalau melihat data-data BPS, itu rasanya mungkin bisa lebih tinggi dari 6 persen," ujarnya.

Baca Juga: Menko AHY: Investasi Air Adalah Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pada semester I 2026, sebanyak 99 kabupaten/kota di Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen.

Menurut Amalia, angka tersebut memperlihatkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi nasional merupakan hasil gabungan dari kinerja ekonomi di berbagai daerah.

"Pertumbuhan ekonomi nasional itu sebenarnya adalah agregasi dari pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Sebagai contoh, Amalia menyebut Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,85 persen atau mendekati 7 persen. Capaian tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas sektor pertanian, masuknya investasi, serta pengembangan industri pengolahan porang.

Selain Sidrap, sejumlah daerah lainnya juga mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen berkat dukungan aktivitas industri manufaktur.

Baca Juga: Wamenko Drajad Pede Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tercapai di 2027

Amalia menilai pengembangan sektor-sektor produktif di daerah menjadi salah satu aspek penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, keberhasilan daerah dengan kinerja ekonomi yang kuat dinilai dapat menjadi acuan dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan nasional.

(Sumber: Antara)

x|close