IHSG Berbalik Menguat, Pasar Cermati Penunjukan Suahasil sebagai Menkeu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 17:51
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pejabat baru Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) didampingi istri Christina Pusporini Messakh bersiap memberikan keterangna pers usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pejabat baru Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) didampingi istri Christina Pusporini Messakh bersiap memberikan keterangna pers usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil memangkas pelemahan pada perdagangan Senin, 14 September 2026. Pergerakan pasar turut dipengaruhi respons investor terhadap pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan fiskal.

IHSG yang sempat tertekan hingga 2,5 persen akhirnya ditutup melemah tipis 0,10 persen atau berada di level 6.534,69. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 9,31 poin atau 1,43 persen menjadi 659,03.

"Pasar tampaknya merespons cukup positif karena Suahasil Nazara merupakan figur yang sudah sangat familiar dengan pengelolaan fiskal dan struktur Kementerian Keuangan, sehingga ada ekspektasi continuity kebijakan tetap terjaga,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Menurut Elandry, selera risiko atau risk appetite investor mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut terlihat dari posisi IHSG yang sebelumnya anjlok hingga 2,5 persen kemudian mampu berbalik sehingga hanya mencatat pelemahan 0,10 persen pada akhir perdagangan.

Baca JugaIHSG Awal Pekan Bergerak di Zona Merah ke Level 6.533

Meski demikian, Elandry mengingatkan bahwa penguatan IHSG tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan reshuffle kabinet. Sentimen pasar pada perdagangan hari ini juga dipengaruhi oleh perkembangan global serta pergerakan harga komoditas.

Ia menilai investor selanjutnya akan memperhatikan kebijakan yang diterapkan Suahasil, khususnya mengenai disiplin fiskal, defisit APBN, pengelolaan utang, hingga koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

"Ke depan, pasar akan lebih melihat bagaimana arah kebijakan fiskal pemerintahan setelah pergantian ini dan apakah mampu menjaga confidence investor,” ujar Elandry.

Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 14 September 2026, melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Baca JugaProyeksi IHSG Senin 14 September 2026, Ini Saham yang Bisa Dicermati

Suahasil Nagara dan Purbaya Yudhi Sadewa <b>(Istimewa)</b> Suahasil Nagara dan Purbaya Yudhi Sadewa (Istimewa)

Pengangkatan Suahasil tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024-2029. Keputusan tersebut ditetapkan Presiden Prabowo pada 14 September 2026.

Suahasil telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019, ketika pemerintahan Joko Widodo menjalankan Kabinet Indonesia Maju.

Posisi tersebut kembali dipercayakan kepadanya pada pemerintahan Prabowo Subianto. Pada 21 Oktober 2024, Suahasil dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029.

Dari sisi perdagangan saham, IHSG sejak pembukaan berada di zona negatif dan masih bertahan hingga berakhirnya sesi pertama. Tekanan tersebut berlanjut pada sesi kedua sebelum akhirnya indeks ditutup dengan pelemahan tipis.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, terdapat tiga sektor yang mengalami penguatan. Sementara itu, sektor keuangan menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 0,74 persen, disusul sektor industri yang turun 0,40 persen dan sektor barang konsumen primer sebesar 0,02 persen.

Delapan sektor lainnya juga tercatat melemah. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,15 persen, kemudian sektor energi sebesar 1,49 persen dan sektor infrastruktur sebesar 1,45 persen.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga terbesar, yakni SEMA, LAPD, MPIX, ALKA, dan FORU. Sebaliknya, saham EMAS, ASLI, SRAJ, BYAN, dan LUCY menjadi kelompok saham dengan penurunan harga terbesar.

Aktivitas perdagangan di BEI tercatat sebanyak 2.101.000 transaksi. Total saham yang berpindah tangan mencapai 34,25 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp17,98 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 229 saham menguat, 455 saham melemah, sedangkan 279 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Pada perdagangan sore di kawasan Asia, indeks Nikkei tercatat turun 0,58 persen ke level 63.641,00. Indeks Shanghai juga melemah 0,07 persen menjadi 3.885,33, sedangkan Hang Seng naik 0,45 persen ke 24.917,60.

Indeks Kospi turun 0,07 persen ke posisi 6.684,37, sementara Straits Times menguat 0,32 persen menjadi 5.714,37.

(Sumber: Antara)

x|close