Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite akan dilakukan secara bertahap.
Purbaya menyebut kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran.
Menurutnya pemerintah saat ini tengah menyiapkan teknologi untuk mendukung penerapan pembatasan pembelian Pertalite. Menurutnya, PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan riset terkait penerapan teknologi tersebut.
"Pertama diluruskan harga nggak naik ya kata pak Bahlil. Cuma kan waktu di DPR tahun lalu ya kalau nggak salah, di DPR kan saya diperintah untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran," ucap Purbaya, Rabu 12 gustus 2026.
Baca juga: Purbaya Buka Opsi Tunda Lagi Pajak Marketplace, Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Ia menjelaskan melihat kesiapan teknologi yang dapat digunakan untuk memilah penerima subsidi BBM. Purbaya mengaku telah melihat langsung teknologi yang dikembangkan Pertamina di Surabaya.
"Sekarang sudah mulai dilihat teknologinya. Dan pertamina sudah melakukan riset dengan bagus. Saya udah lihat di Surabaya," lanjutnya.
Namun, Purbaya tidak mengungkapkan besaran penghematan anggaran yang dapat diperoleh dari kebijakan tersebut.
Ia mengatakan pemerintah akan menerapkan pembatasan secara bertahap untuk mengukur dampaknya terhadap perekonomian.
"Kita akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa sih," jelasnya.
Baca juga: Utang Pemerintah Tembus Rp10 Ribu Triliun, Purbaya Janji Tak Akan Naikkan Pajak
Purbaya menyebut pemerintah dapat terlebih dahulu menghentikan akses pembelian Pertalite bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 10 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
"Kalau lets say Desil 10 saya stop nggak boleh beli pertilite gimana dampaknya ke ekonomi, jadi kita akan bertahap," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite akan dilakukan secara bertahap.