Ntvnews.id, Jakarta - PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan Mitra Terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap Kedua.
Seleksi ini mencakup 8 lokasi pengembangan yang meliputi 20 kabupaten/kota. Penetapan Mitra Terpilih pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.
Pemilihan mitra PSEL Tahap Kedua menunjukkan daya tarik Indonesia yang sangat baik sebagai tujuan investasi infrastruktur lingkungan.
Sejumlah perusahaan yang selama puluhan tahun menjadi pemimpin industri pengelolaan limbah dan Waste-to-Energy dunia turut mengikuti proses seleksi, mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap prospek pengembangan PSEL di Indonesia.
Baca juga: Danantara Garap Proyek Hilirisasi Aluminium, Tembaga, Energi hingga Pangan
Pandu Sjahrir, Chief Executive Officer DIM, mengatakan, keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.
"Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” ucap Pandu dalam keterangan tertulis, Selasa 14 Juli 2026.
Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), terdapat 68 aplikasi untuk 8 lokasi proyek. Berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi telah memiliki Mitra Terpilih dan Mitra Cadangan, di mana Mitra Terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA).
CLoA merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL, dan Mitra Terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam CLoA dipenuhi seluruhnya.
Mitra Cadangan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif apabila Mitra Terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Di tengah persaingan perusahaan-perusahaan global tersebut, pelaku usaha nasional menunjukkan peran yang semakin kuat.
Empat dari delapan Mitra Terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Perancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Tiongkok; Indonesia merupakan consortium lead terbanyak pada hasil seleksi tahap ini.
Baca juga: Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun, Target Serap 37.833 Pekerja
Seluruh konsorsium tersebut menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional.
Berikut delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua:
1. Medan Raya - SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia)
2. Kabupaten Bekasi - Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
3. Lampung Raya - Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
4. Serang Raya - Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
5. Semarang Raya - Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd
(Veolia)
6. Surabaya Raya - Consortium Mentari Citra Lestari - (Bakrie Power SUS)
7. Bogor Raya 2 - MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA)
8. Yogyakarta Raya - Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC)
Wisma Danantara Indonesia. PRNewsfoto/Shanghai SUS Environment Co., Ltd. (Foto: Antara)