Ntvnews.id, Jakarta - Suara notifikasi pesanan masuk terdengar berkali-kali dari telepon genggam milik Sulastri (42), pelaku usaha keripik pisang asal Kabupaten Lampung Selatan. Tangannya sibuk membungkus pesanan sambil sesekali mencatat alamat pembeli yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Sulit membayangkan, tiga tahun lalu usaha rumahan miliknya nyaris berhenti total akibat penjualan yang sepi setelah pandemi. Saat itu, Sulastri hanya mengandalkan pembeli dari pasar tradisional sekitar rumahnya.
Kini, produknya justru dikirim hingga ke Jakarta, Surabaya, Makassar, bahkan Balikpapan melalui platform digital.
“Dulu saya cuma jualan titip di warung. Sekarang pesanan datang setiap hari dari aplikasi. Saya tidak pernah membayangkan bisa kirim barang ke luar pulau,” kata Sulastri saat ditemui di rumah produksinya.
Cerita Sulastri menjadi gambaran perubahan besar yang sedang terjadi dalam wajah ekonomi Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi digital, ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menemukan pasar baru melalui platform daring.
Transformasi tersebut kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
UMKM Menjadi Tulang Punggung Ekonomi
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)
UMKM selama ini menjadi sektor yang menopang ekonomi Indonesia. Dari usaha makanan rumahan, kerajinan tangan, fesyen lokal, hingga produk kecantikan, jutaan pelaku usaha kecil hidup dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di tingkat akar rumput.
Namun selama bertahun-tahun, banyak UMKM menghadapi persoalan serupa: keterbatasan pasar, promosi, modal, hingga rendahnya literasi teknologi.
Kondisi mulai berubah ketika platform digital semakin mudah diakses masyarakat.
Melalui marketplace seperti Shopee, pelaku UMKM kini dapat menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik besar.
Baca Juga: Pemerintah Luncurkan SAPA-UMKM, Platform Terpadu Perkuat Ekosistem UMKM Nasional
Transformasi digital itulah yang kini terus didorong pemerintah bersama berbagai platform teknologi.
Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengatakan digitalisasi menjadi salah satu jalan penting agar UMKM Indonesia mampu naik kelas dan bersaing di era ekonomi modern.
“UMKM adalah kekuatan ekonomi nasional. Ketika mereka mampu masuk ke ekosistem digital, peluang berkembangnya jauh lebih besar karena pasar menjadi terbuka luas,” ujarnya dalam sebuah forum pemberdayaan UMKM.
Dari Tidak Paham Teknologi hingga Kebanjiran Pesanan
Bagi sebagian pelaku UMKM, masuk ke dunia digital awalnya bukan hal mudah. Hal itu dirasakan Ahmad Fauzi (35), pengusaha kopi kemasan asal Bondowoso, Jawa Timur. Ia mengaku sempat takut menggunakan platform digital karena merasa tidak memahami teknologi.
“Saya dulu pikir jualan online itu rumit. Tidak tahu cara upload produk, balas chat pelanggan, atau kirim barang,” katanya.
Namun setelah mengikuti pelatihan UMKM digital yang difasilitasi komunitas dan platform e-commerce, usahanya mulai berkembang.
Ilustrasi - Kopi Americano yang diseduh menggunakan mesin kopi. ANTARA/Pamela Sakina/am. (Istimewa)
Kini, kopi produksi rumahan miliknya mampu terjual ratusan paket setiap bulan melalui penjualan online.
“Yang paling terasa itu pasar jadi luas. Kalau dulu pembeli hanya sekitar Bondowoso, sekarang banyak pelanggan dari luar Jawa,” ujarnya.
Tidak hanya meningkatkan penjualan, transformasi digital juga membuka lapangan pekerjaan baru di sekitar lingkungan usaha mereka.
Wajah Baru Ekonomi dari Daerah
Perubahan besar ekonomi digital Indonesia justru banyak tumbuh dari daerah-daerah yang sebelumnya tidak tersentuh pasar nasional.
Di Tasikmalaya, misalnya, perajin sandal lokal kini mulai rutin menerima pesanan dari luar negeri. Di Banyuwangi, produk sambal rumahan mampu menembus pasar antarpulau. Sementara di Sumatera Barat, penjual rendang kemasan berkembang melalui promosi digital dan siaran langsung di marketplace.
Fenomena ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi yang lebih merata.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai platform digital telah mengubah pola perdagangan UMKM secara signifikan.
“Dulu UMKM sulit bersaing karena keterbatasan akses pasar dan promosi. Sekarang, pelaku usaha kecil bisa mendapatkan eksposur yang sama dengan brand besar jika mampu memanfaatkan platform digital,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan transformasi digital UMKM juga membutuhkan dukungan pelatihan, literasi digital, hingga pendampingan berkelanjutan.
Meski perkembangan UMKM digital terus meningkat, tantangan tetap ada. Banyak pelaku usaha di daerah masih terkendala akses internet, kemampuan pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan usaha.
Baca Juga: Menko PM Perkuat Akses Permodalan Rakyat dengan Akad Massal KUR untuk 1.000 UMKM
Persaingan pasar online yang semakin ketat juga membuat UMKM harus terus berinovasi agar mampu bertahan.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, media, dan komunitas menjadi penting untuk memastikan transformasi digital dapat dirasakan lebih luas.
Melalui Apresiasi Jurnalistik Shopee UMKM Paten 2026, Shopee bersama Kementerian UMKM RI mencoba mendorong peran media dalam mengangkat kisah-kisah inspiratif pelaku UMKM yang berhasil tumbuh melalui teknologi digital.
Kisah-kisah itu bukan sekadar cerita sukses individu, melainkan potret perubahan ekonomi Indonesia yang sedang berlangsung.
Masa Depan Ekonomi Ada di Tangan UMKM
Sore itu, Sulastri kembali memeriksa daftar pesanan di telepon genggamnya. Di meja kecil rumahnya, puluhan paket keripik pisang siap dikirim ke berbagai daerah.
Baginya, teknologi digital bukan lagi sesuatu yang rumit. Platform online justru menjadi jalan agar usaha kecilnya tetap hidup dan berkembang.
“Sekarang saya punya harapan usaha ini bisa diwariskan ke anak-anak,” katanya.
Dari rumah-rumah produksi sederhana di pelosok daerah, wajah baru ekonomi Indonesia perlahan terbentuk.
Bukan dari gedung-gedung tinggi atau perusahaan raksasa semata, tetapi dari UMKM kecil yang berhasil menemukan jalannya di era digital.
UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari (Istimewa)