Ntvnews.id,
Sales Brand Manager (SBM) Kalsel 1 Fuel Pertamina Patra Niaga, Wicaksono Ardi Nugraha, menjelaskan bahwa langkah ini penting terutama jika QR code pernah difoto atau disimpan dalam bentuk tangkapan layar oleh pihak lain.
"Langkah reset ini terutama ketika QR code pernah difoto atau screenshot oleh orang lain," kata Wicaksono di Banjarbaru, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa proses reset barcode dalam program Subsidi Tepat dapat dilakukan melalui situs subsiditepat.mypertamina.id dengan cara masuk menggunakan NIK atau akun terdaftar, memilih kendaraan, kemudian menekan tombol “Reset Kode QR”.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik di Tengah Kenaikan Harga Diesel Nonsubsidi
Wicaksono menambahkan bahwa fitur reset tersebut memiliki batasan penggunaan, yakni maksimal satu kali dalam sehari.
"Jadi untuk lebih aman sebagai langkah pencegahan lakukan reset saja setiap hari," tegasnya.
Meski sistem barcode telah diterapkan, ia mengakui masih ditemukan praktik penyalahgunaan seperti pelansiran BBM bersubsidi.
Sebagai langkah pengendalian, Pertamina juga melakukan pemblokiran terhadap barcode yang terindikasi melanggar aturan, misalnya digunakan untuk pengisian BBM setiap hari dengan jumlah maksimum di SPBU.
Baca Juga: Inflasi April 2026 Tercatat 0,13 Persen, Dipicu Tarif Pesawat dan BBM
"Barcode yang disinyalir melanggar aturan ini kami tandai sebagai negatif list," ungkapnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran serta mencegah praktik curang di lapangan.
(Sumber: Antara)
Sales Brand Manager (SBM) Kalsel 1 Fuel Pertamina Patra Niaga Wicaksono Ardi Nugraha (tengah) saat berbincang dengan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan ketika rilis hasil pengungkapan Satgassus Penindak Penyalahgunaan BBM. (ANTARA/Firman) (Antara)