Ntvnews.id, Jembrana, Bali - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kendaraan penumpang menjadi prioritas utama dalam penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang guna mengurangi kemacetan arus mudik.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia melakukan pemantauan sekaligus koordinasi lintas sektoral terkait kondisi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa, 17 Maret 2026.
"Agar antrean cepat terurai, selain menambah armada kapal yang beroperasi di Selat Bali, kami juga prioritaskan kendaraan penumpang," katanya.
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya: 40 Persen Warga Jadetabek Sudah Mudik, Puncaknya Diprediksi Malam Ini
Menurutnya, kebijakan ini diambil karena kendaraan penumpang seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus membawa jumlah orang yang lebih banyak serta mendominasi arus mudik.
"Untuk kendaraan barang tetap kami layani cuma prioritas kendaraan penumpang dulu baik sepeda motor, mobil pribadi maupun bus," katanya.
Dengan penerapan pola tersebut serta penambahan jumlah kapal, ia menyebut antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk kini mengalami penurunan yang signifikan.
Baca Juga: Akses Air Minum Bersih Diperluas Jelang Mudik, Lebih dari 50 Water Station Hadir di Ruang Publik
Ia juga berharap seluruh kendaraan yang masih mengantre dapat diseberangkan ke Pulau Jawa sebelum Hari Raya Nyepi tiba. Namun, jika target tersebut belum tercapai, pemerintah telah menyiapkan langkah alternatif.
"Kami sediakan kapal gratis dan lokasi istirahat di Pelabuhan Ketapang. Untuk kendaraan mereka, bisa dimasukkan ke kantong-kantong parkir di Gilimanuk," katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa salah satu penyebab antrean panjang yang sempat mencapai lebih dari 30 kilometer adalah masih beroperasinya truk besar, khususnya kendaraan sumbu tiga.
Padahal, pemerintah telah menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang membatasi operasional kendaraan barang selama periode arus mudik.
"Ketidakpatuhan terhadap SKB itu yang menyebabkan antrian panjang di Gilimanuk. Kami minta pengusaha angkutan logistik mematuhi SKB. Jangan mengedepankan ego sektoral karena ada kepentingan yang lebih besar yaitu masyarakat," katanya.
(Sumber: Antara)
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait situasi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (17/3/2026). ANTARA/Gembong Ismadi. (Antara)