Hujan Lebat dan Banjir? Ini Tips Mengemudi Agar Mobil Tetap Aman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 08:25
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Pengemudi mobil perlu memahami teknik berkendara yang tepat saat hujan lebat. (Foto: Dok/Istimewa/mitsubishi-motors.co.id) Pengemudi mobil perlu memahami teknik berkendara yang tepat saat hujan lebat. (Foto: Dok/Istimewa/mitsubishi-motors.co.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Hujan deras kerap membuat kondisi jalan menjadi licin, jarak pandang menurun, hingga memicu genangan air dan banjir

Situasi ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan serta kerusakan kendaraan jika pengemudi tidak waspada.

Karena itu, pengemudi mobil perlu memahami teknik berkendara yang tepat saat hujan, termasuk langkah aman jika terpaksa melewati genangan atau banjir. 

Berikut tips aman mengemudi saat hujan lebat, seperti dikutip dari laman mitsubishi-motors.c.id, Minggu (1/2/2026):

- Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Saat hujan, daya cengkeram ban ke aspal menurun drastis. Kurangi kecepatan sejak awal perjalanan, perpanjang jarak aman dengan kendaraan di depan, serta hindari manuver mendadak. 

Mengemudi agresif justru meningkatkan risiko aquaplaning, kondisi ketika ban kehilangan traksi akibat lapisan air di permukaan jalan.

Di jalan basah, tantangan utama bukan kendaraan lain, melainkan grip ban itu sendiri. Disarankan melaju pada kecepatan aman, misalnya di jalan tol sekitar 60 km/jam.

Mengikuti jejak kendaraan di depan juga dapat membantu mengurangi genangan air di lintasan roda.

- Waspadai Lubang Jalan yang Tertutup Genangan

Genangan air sering kali menutupi lubang jalan yang cukup dalam. Jika memungkinkan, hindari menerjang genangan.

Namun bila terpaksa, kurangi kecepatan agar ban tidak menghantam lubang terlalu keras, yang berpotensi merusak ban dan kaki-kaki mobil.

- Pastikan Wiper dan Lampu Berfungsi Optimal

Saat hujan, gunakan lampu utama (low beam), bukan lampu hazard. Lampu utama membantu pengemudi melihat jalan sekaligus membuat mobil lebih mudah terlihat oleh kendaraan lain.

Lampu hazard justru bisa membingungkan pengendara lain saat mobil bermanuver. Bagi pengguna mobil yang dilengkapi fitur auto headlight atau auto wiper, aktifkan fitur tersebut sebelum berkendara agar sistem bekerja otomatis saat hujan dan cuaca mendung, sehingga pengemudi bisa lebih fokus.

- Kenali Kedalaman Genangan atau Banjir

Jika terpaksa melewati banjir, perkirakan terlebih dahulu kedalamannya. Batas aman genangan air umumnya tidak melebihi setengah tinggi ban atau tidak melampaui bibir bawah bumper depan.

Hal ini untuk mencegah air masuk ke saluran air intake mesin. Apabila air terlihat keruh dan batas jalan tidak terlihat jelas, sebaiknya tunda perjalanan atau cari rute alternatif yang lebih aman.

- Gunakan Gigi Rendah dan Jaga Kecepatan Stabil

Saat menerjang genangan, gunakan gigi rendah (gigi 1 atau 2 untuk mobil manual, atau posisi L pada mobil matik).

Jaga putaran mesin di kisaran 1.500-2.000 rpm dan usahakan tidak berhenti di tengah genangan agar air tidak masuk ke knalpot dan mesin tetap stabil.

- Hindari Gas dan Rem Mendadak

Menginjak gas terlalu dalam dapat menciptakan gelombang air yang berisiko masuk ke ruang mesin.

Begitu pula pengereman mendadak yang bisa membuat mobil selip. Injak gas secara halus, lepaskan rem perlahan, dan biarkan mobil bergerak dengan momentum yang terkontrol.

- Matikan AC dan Fitur yang Tidak Diperlukan

Jika memungkinkan, matikan AC saat melewati genangan atau banjir. Langkah ini membantu mengurangi beban mesin sehingga performa mobil lebih optimal saat menghadapi kondisi jalan yang berat.

- Cek Kondisi Mobil Setelah Melewati Banjir

Setelah keluar dari genangan, injak rem perlahan beberapa kali untuk mengeringkan kampas rem. Pastikan suara mesin normal serta respons gas dan rem tetap baik.

Jika muncul gejala tidak wajar, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi Mitsubishi Motors guna mencegah kerusakan lanjutan.

Mengemudi saat hujan dan menerjang banjir bukan soal nekat, melainkan soal teknik, kesabaran, dan pengambilan keputusan yang tepat. 

Dengan kecepatan terkendali, pemahaman batas kemampuan mobil, serta gaya berkendara yang halus, risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan dapat diminimalkan.

Selalu utamakan keselamatan dan jangan ragu berhenti jika kondisi tidak memungkinkan.

x|close