Jaguar Tinggalkan Mobil Bensin, Siap Produksi Mobil China di Inggris?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 16:42
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Sebuah kendaraan Jaguar XFL terlihat dipajang di stan Jaguar Land Rover selama hari media untuk pameran Auto Shanghai di Shanghai, China, 19 April 2021. (Foto: Aly Song/Reuters) Sebuah kendaraan Jaguar XFL terlihat dipajang di stan Jaguar Land Rover selama hari media untuk pameran Auto Shanghai di Shanghai, China, 19 April 2021. (Foto: Aly Song/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Jaguar resmi mengakhiri era mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) setelah memproduksi mobil bensin terakhirnya pada Desember lalu. 

Melansir Carscoops, Jumat (30/1/2026), pabrikan asal Inggris ini kini tengah bersiap menyongsong masa depan mobil listrik, dengan peluncuran versi produksi dari konsep Jaguar Type 00 yang dijadwalkan meluncur akhir tahun ini.

Namun, model anyar tersebut bukanlah mobil massal. Type 00 akan hadir sebagai kendaraan listrik (EV) edisi terbatas dengan banderol harga yang diperkirakan menembus ratusan ribu dolar AS. 

Kondisi ini membuat Jaguar menghadapi satu tantangan besar, yakni kapasitas pabrik yang menganggur.

Menariknya, laporan terbaru menyebut Jaguar Land Rover (JLR) berpotensi memanfaatkan kapasitas tersebut untuk memproduksi mobil buatan China di Inggris, sebuah langkah strategis yang bisa menguntungkan banyak pihak.

Pabrik Jaguar di Inggris Berpeluang Produksi Mobil Chery

Menurut laporan Financial Times, Jaguar Land Rover disebut tengah menjajaki kerja sama untuk memproduksi kendaraan Chery di Inggris. 

Rencana ini bahkan dikabarkan mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, yang selama bertahun-tahun berupaya menarik produsen otomotif China agar membangun basis produksi lokal.

Pembicaraan awal antara JLR dan Chery disebut berlangsung saat kunjungan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, ke Beijing. 

Sementara itu, Auto Express melaporkan, kedua perusahaan kini berada di ambang penandatanganan kesepakatan.

Jika terealisasi, langkah ini bukan hanya mengisi kapasitas pabrik Jaguar yang menganggur, tetapi juga mempercepat ekspansi merek China di pasar Eropa.

Hubungan Lama Jaguar Land Rover dan Chery

Kolaborasi JLR dan Chery sejatinya bukan hal baru. Keduanya telah membentuk usaha patungan sejak 2012, dengan pabrik di Changshu yang mulai beroperasi dua tahun kemudian dan memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 130.000 unit.

Kerja sama tersebut semakin kuat dengan pembangunan pabrik mesin pada 2017, serta pengumuman rencana pengembangan merek Freelander pada 2024.

Penjualan Chery di Inggris Terus Tumbuh

Berdasarkan data SMMT, sebanyak 5.517 kendaraan Chery terdaftar di Inggris sepanjang tahun lalu. Angka ini belum termasuk merek turunannya seperti Omoda (19.855 unit) dan Jaecoo (28.232 unit). Jika digabung, totalnya mencapai 76.319 unit.

Sebagai perbandingan, jumlah kendaraan Jaguar Land Rover yang terdaftar di Inggris pada 2025 tercatat sebanyak 62.445 unit.

Tak hanya itu, secara global, penjualan kendaraan Chery Group bahkan melampaui sejumlah merek besar seperti Citroën, Cupra, Dacia, Fiat, Honda, Jeep, Mazda, Mini, Renault, Seat, Tesla, hingga Volvo.

Strategi Besar Menuju Dominasi Eropa

Dengan tren tersebut, membangun basis manufaktur di Inggris bisa menjadi langkah krusial bagi Chery untuk memperkuat posisinya di pasar Eropa. 

Di sisi lain, Jaguar Land Rover juga diuntungkan karena mampu memaksimalkan fasilitas produksi sambil fokus pada transformasi menuju merek listrik premium.

Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, industri otomotif Eropa bisa segera memasuki babak baru, di mana mobil China diproduksi di jantung Inggris, dan Jaguar memulai era barunya tanpa mesin bensin.

x|close