Ntvnews.id, Jakarta - Meski dikenal memiliki kekuatan pasar yang besar, Apple tampaknya tak sepenuhnya kebal dari tekanan global industri teknologi.
Kekurangan memori yang kini melanda industri ponsel pintar berpotensi memicu kenaikan harga perangkat. Namun, ada kabar baik bagi calon pembeli iPhone 18.
Dikutip dari Phone Arena, Kamis (29/1/2026), Apple dilaporkan harus membayar lebih mahal untuk komponen memori, mengikuti tren kenaikan harga yang juga dialami perusahaan teknologi lain.
Kendati demikian, analis ternama Ming-Chi Kuo menyebut Apple kemungkinan akan melakukan langkah agresif demi menahan harga iPhone 18 agar tidak ikut naik.
Menurut Kuo, Apple berencana mempertahankan harga awal iPhone 18, yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026.
Strategi ini dinilai penting dari sisi pemasaran, agar iPhone generasi terbaru tetap menarik di tengah persaingan ketat pasar ponsel premium.
"Rencana Apple untuk model iPhone 18 yang akan dirilis pada paruh kedua 2026 saat ini adalah sebisa mungkin menghindari kenaikan harga, atau setidaknya mempertahankan harga awal tetap sama, demi keuntungan dari sisi pemasaran," ujar Kuo.
Dia mengungkapkan, Apple kini mengubah pola negosiasi dengan pemasok menjadi setiap triwulan.
Kenaikan harga komponen memori diperkirakan mulai terasa pada kuartal kedua tahun ini, menyusul lonjakan sebelumnya pada kuartal pertama 2026 yang mencapai 10 hingga 25 persen dibandingkan 2025.
Strategi menahan harga iPhone 18 ini berpotensi menekan margin laba kotor Apple. Namun, langkah tersebut dapat membantu perusahaan memperluas pangsa pasar.
Dalam jangka panjang, Apple diyakini akan menutup penurunan margin perangkat keras melalui peningkatan pendapatan dari sektor layanan.
Tak hanya memori, komponen lain juga diprediksi mengalami kenaikan harga. Booming server AI terus memberi tekanan pada rantai pasokan global, yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi.
Kuo menyebut Apple kemungkinan akan menyinggung isu kenaikan harga memori dalam laporan pendapatan pada 30 Januari, yang berpotensi mengguncang saham industri teknologi lain.
Sebagai catatan, Apple selama beberapa tahun terakhir relatif konsisten mempertahankan harga iPhone. iPhone 17, misalnya, tetap dibanderol mulai US$799 atau sekitar Rp13,41 juta (US$1 = Rp16.792), meski kini hadir dengan kapasitas penyimpanan dasar 256 GB.
Dengan peluncuran iPhone 18 yang diperkirakan pada September mendatang, masih ada banyak faktor yang bisa memengaruhi harga resminya.
Apple kemungkinan akan melakukan langkah agresif demi menahan harga iPhone 18 agar tidak ikut naik. (Foto: Istimewa via GSM Arena)