Ntvnews.id, Jakarta - Volvo mengeluarkan peringatan serius kepada 40 pemilik mobil listrik Volvo EX30 agar segera memarkir kendaraan mereka di luar ruangan.
Imbauan ini bukan sekadar langkah antisipasi biasa, melainkan terkait potensi masalah serius pada baterai yang dalam kondisi tertentu dapat memicu korsleting hingga risiko kebakaran.
Seperti dilaoprkan Carscoops, Sabtu (10/1/2026), masalah ini terbilang langka, namun berbahaya. Yang mengejutkan, sumber persoalan justru berasal dari proses mikroskopis di dalam sel baterai, sesuatu yang tidak terlihat oleh pengguna sehari-hari.
Hingga saat ini, Volvo mengakui belum memiliki solusi permanen atas permasalahan tersebut.
40 Unit Volvo EX30 Tahun 2025 Terdampak
Berdasarkan dokumen penarikan kembali (recall) yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kondisi ini memengaruhi 40 unit Volvo EX30 model tahun 2025 yang diproduksi antara 6 September 2024 hingga 25 Oktober 2025.
Kendaraan yang terdampak menggunakan sel baterai tegangan tinggi dari pemasok asal China, Sunwoda Power Battery Company. Volvo bahkan memperkirakan 100 persen unit yang ditarik kembali memiliki potensi cacat tersebut.
Akar Masalah: Dendrit Litium dalam Sel Baterai
Volvo menyebut penyebabnya sebagai penyimpangan proses produksi pada pembuatan sel baterai, meski tidak merinci secara teknis. Akibatnya, terbentuk endapan litium (dendrit) di dalam sel baterai.
Seiring waktu, dendrit ini dapat tumbuh dan menyebabkan korsleting internal. Dalam kendaraan listrik, kondisi tersebut sangat berbahaya dan berpotensi berujung pada panas berlebih hingga kebakaran.
Pengemudi mungkin akan melihat peringatan baterai terlalu panas di panel instrumen, namun pada tahap tersebut, situasi bisa jadi sudah dalam kondisi serius.
Belum Ada Perbaikan, Volvo Batasi Pengisian Daya
Volvo pertama kali mengetahui potensi masalah ini pada Juli 2025, setelah menerima laporan insiden panas berlebih pada baterai di luar Amerika Serikat (AS). Investigasi lanjutan pada Desember akhirnya mendorong keputusan penarikan kembali resmi.
Sayangnya, hingga kini Volvo belum menemukan solusi teknis permanen. Sebagai langkah sementara, perusahaan meminta pemilik EX30 terdampak untuk membatasi pengisian daya maksimum hingga 70 persen.
Cara ini diyakini dapat mengurangi risiko pertumbuhan dendrit sambil menunggu perbaikan final.
Meski situasi ini jelas tidak ideal, ada sedikit kabar baik: jumlah kendaraan yang terdampak hanya 40 unit, jauh dari skala penarikan massal yang melibatkan puluhan ribu kendaraan.
Volvo EX30. (Foto: Istimewa via Carscoops)