Ntvnews.id, Jakarta - Studi terbaru Bank of America bertajuk Car Wars memperkirakan jumlah peluncuran kendaraan baru di Amerika Serikat hanya mencapai 159 model dalam empat tahun mendatang.
Laporan yang dikutip Carscoops pada Kamis, 16 Juli 2026 waktu setempat itu menunjukkan perbedaan besar dengan perkembangan industri otomotif China. Dalam enam bulan pertama 2026 saja, produsen mobil asal China telah memperkenalkan sekitar 650 kendaraan baru maupun versi pembaruan.
Jika dihitung rata-rata, angka tersebut setara dengan hampir empat peluncuran kendaraan setiap hari. Kecepatan inovasi tersebut bahkan dinilai melampaui perkembangan industri ponsel pintar.
Perkembangan pasar otomotif China yang sangat cepat membuat sejumlah pelaku industri di negara tersebut ikut kewalahan. Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, menggambarkan kondisi persaingan saat ini melalui media sosial sebagai sesuatu yang "benar-benar gila".
Baca Juga: Bos Ford Ingatkan AS Tak Bisa Blokir Mobil China Selamanya, Saatnya Siap Bersaing
Ia juga menyebut persaingan industri otomotif saat ini "bukan hanya sengit, tetapi juga sangat kejam."
Menurut He Zhiqi, tantangan utama bukan berasal dari kurangnya inovasi. Justru, banyaknya model baru yang hadir dalam waktu singkat membuat konsumen kesulitan mengenali satu kendaraan sebelum muncul produk lain yang menarik perhatian.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat juga membuat kendaraan yang baru diluncurkan dapat terlihat tertinggal hanya dalam beberapa bulan.
Dari total sekitar 650 peluncuran kendaraan tersebut, tidak seluruhnya merupakan model baru sepenuhnya. Angka itu mencakup berbagai pembaruan seperti facelift, perubahan varian, edisi khusus, hingga revisi produk yang sudah ada.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Usia Rata-rata Mobil Listrik di China Cuma 1,8 Tahun
Meski demikian, industri otomotif China tetap mampu menghasilkan sekitar 30 model kendaraan baru setiap bulan. Jumlah tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan pasar otomotif global.
Jumlah peluncuran tersebut bahkan setara dengan total kendaraan baru yang diperkenalkan Amerika Serikat dalam kurun waktu satu tahun.
Perkembangan ini menjadi salah satu alasan produsen otomotif besar di Detroit, Amerika Serikat, semakin memperhatikan pertumbuhan industri mobil China.
Executive Chairman Ford, Bill Ford, sebelumnya mengingatkan bahwa produsen mobil Amerika tidak dapat menganggap merek asal China akan selalu tertutup dari pasar mereka.
"Kita harus mampu bersaing langsung dengan China," kata Ford.
"Kita tidak bisa berharap dapat terus menahan mereka keluar selamanya, dan kita harus mampu mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri," tambahnya.
Saat ini, berbagai tarif impor dan aturan perdagangan masih membatasi kehadiran sebagian besar merek mobil China di pasar Amerika Serikat.
Namun, perusahaan otomotif China terus memperluas jangkauan ke berbagai pasar global. Perkembangan tersebut mulai memengaruhi strategi produsen mobil Barat dalam menciptakan kendaraan baru.
Sejumlah analis industri memperkirakan banyak merek kendaraan asal China yang saat ini beroperasi tidak akan mampu bertahan dalam satu dekade ke depan. Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan dengan sumber daya finansial lebih besar memiliki peluang lebih kuat untuk bertahan.
Meski demikian, He Zhiqi menegaskan BYD tidak akan menjadi salah satu perusahaan yang tersingkir dalam persaingan tersebut.
ILustrasi - Mobil BYD Sealion 06 DM-i 2026. (Antara)