Menpora Erick Thohir Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Kickboxing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 18:45
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menpora Erick Thohir Menpora Erick Thohir (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Jakarta - Erick Thohir menanggapi pengakuan seorang atlet kickboxing berinisial VAP yang mengungkap dugaan kekerasan seksual oleh pelatihnya melalui media sosial.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Erick Thohir menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi terlibat dalam dunia olahraga.

“Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan atau memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup,” ujar Erick Thohir.

Arsip Foto - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir seusai mengikuti rapat bersama komisi X DPR RI di Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026. ANTARA/Fajar Satriyo/am. <b>(Antara)</b> Arsip Foto - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir seusai mengikuti rapat bersama komisi X DPR RI di Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026. ANTARA/Fajar Satriyo/am. (Antara)

Kasus dugaan kekerasan seksual ini mencuat setelah atlet putri berinisial VAP berusia 24 tahun mengungkap pengalamannya melalui akun Instagram. Dalam unggahannya, VAP mengaku telah lama memendam kejadian tersebut karena takut mengungkapkannya.

Ia menyebut terduga pelaku merupakan sosok berpengaruh dalam organisasi olahraga, sementara dirinya hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus berlatih dan meraih prestasi.

“Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat,” tulis VAP dalam narasinya.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur yang telah menetapkan seorang pria berinisial WPC sebagai tersangka.

Baca Juga: Erick Thohir Ancam Sanksi Seumur Hidup Pelaku Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Menpora mengaku merasa terpukul setelah membaca cerita yang disampaikan korban. Ia juga mengapresiasi keberanian VAP untuk mengungkap peristiwa tersebut meski harus menghadapi trauma.

“Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak,” kata Erick Thohir.

Menurut dia, kasus ini terasa ironis karena terduga pelaku merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia di Jawa Timur yang seharusnya bertugas melindungi dan membina atlet.

Erick Thohir menambahkan bahwa dalam dua kasus terakhir yang mencuat ke ranah hukum, baik pada cabang olahraga panjat tebing maupun kickboxing, terduga pelaku sama-sama berasal dari kalangan pelatih yang diduga menyalahgunakan kewenangannya terhadap atlet.

Ia menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Saya berharap dengan ditetapkannya terduga pelaku sebagai tersangka, keadilan bagi korban dapat ditegakkan,” ujarnya.

Menpora juga menekankan tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan jabatan atau relasi kuasa dalam dunia olahraga untuk merugikan atlet maupun insan olahraga lainnya.

“Tidak ada toleransi dan tidak ada tempat bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan,” tegasnya.

Selain itu, Erick Thohir mendorong seluruh organisasi olahraga serta pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan atlet agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut dan kita ciptakan support system bagi mereka,” kata Erick Thohir.

x|close