Ntvnews.id, Jakarta - Bali United membenahi sektor pertahanan khususnya lini belakang setelah beruntun mengalami kebobolan dalam empat kali laga terakhir hingga 10 gol.
“Kami mulai mengalami kebobolan saat melawan Persik Kediri dan bisa dilihat bagaimana gol kebobolan kami terjadi,” kata Pelatih Kepala Bali United Johnny Jansen di Gianyar, Bali, Sabtu.
Pelatih asal Belanda itu tidak menyalahkan skuad asuhannya itu tapi tetap bangga dengan semangat juang untuk memberikan terbaik kepada tim.
Menurut eks pelatih klub PEC Zwolle itu, kebobolan diperkirakan karena tim lawan yang punya kualitas tangguh.
Saat ini, skuad dengan julukan Serdadu Tridatu itu mengembalikan situasi kurang baik tersebut untuk kembali menjadi tim yang kembali kuat dengan nirbobol terbanyak dan produktifitas dalam mencetak gol.
“Kami sukses menjadi tim tanpa kebobolan di enam pertandingan beruntun dan itu tidak ada masalah di sektor pertahanan,” ucapnya.
Sebelum putaran pertama berakhir, Serdadu Tridatu menjadi salah satu tim dengan nirbobol beruntun terbanyak.
Bali United mempertahankan nirbobol saat bermain imbang dengan Persis Solo dan Dewa United Banten.
Namun, usai menang atas PSM Makassar di laga tandang, tim Bali belum menuai kemenangan lanjutan di putaran kedua.
Bali United harus bermain imbang dengan Semen Padang FC dan mengakui kemenangan dari Persik Kediri, Persebaya Surabaya dan terakhir Persija Jakarta.
Ia siap menggembleng Ricky Fajrin dkk dalam sesi latihan mencakup fisik, teknik dan taktik menjelang laga terdekat menantang PSIM Yogyakarta pada Senin (23/2) pukul 21.30 WITA di Stadion Sultan Agung, Bantul.
“Secara keseluruhan terutama pertahanan sudah bagus,” imbuh Johnny.
Pelatih Bali United Johnny Jansen (IG BALI UNITED)