Ntvnews.id, Jakarta - UEFA dan Real Madrid akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perseteruan hukum mengenai proyek kompetisi Liga Super Eropa yang memicu kontroversi besar dalam sepak bola Eropa.
Kabar itu diumumkan bersama oleh UEFA, Real Madrid, dan European Football Clubs (EFC) pada Rabu.
UEFA dan Madrid menyatakan telah sepakat secara prinsip setelah melalui pembicaraan berbulan-bulan.
Kesepakatan itu menegaskan bahwa prinsip prestasi olahraga akan tetap dihormati demi menjaga keselamatan sepak bola klub di Eropa.
“Kesepakatan prinsip ini juga akan menjadi dasar penyelesaian sengketa hukum terkait Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dijalankan dan diimplementasikan,” kata mereka seperti diwartakan ESPN pada Rabu.
Real Madrid adalah salah satu dari 12 klub elite Eropa yang mendukung pembentukan kompetisi tandingan Liga Champions pada 2021.
Namun, dukungan terhadap ajang kontroversial itu runtuh hanya dalam hitungan hari akibat tekanan besar dari suporter dan pemerintah berbagai negara.
Enam klub Liga Inggris yang semula terlibat memilih mundur, diikuti klub-klub lain. Real Madrid dan Barcelona menjadi dua klub terakhir yang masih mendukung proyek itu.
Upaya menghidupkan kembali konsep kompetisi tandingan itu kembali muncul pada Desember 2024 melalui proposal bertajuk “Unify League”, yang akan melibatkan 96 klub dalam empat divisi.
Gagasan itu kembali gagal mendapatkan dukungan luas, terutama karena ditolak keras oleh liga-liga besar seperti Liga Spanyol dan Liga Inggris.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, konflik panjang antara UEFA dan Real Madrid terkait Liga Super Eropa resmi berakhir.
Baca Juga: Barcelona Mundur dari Liga Super Eropa, Real Madrid Kini Sendirian
ANTARA
Pemain Real Madrid (IG REAL MADRID)