Ntvnews.id, Jakarta - FIFA bersama produsen teknologi Lenovo memperkenalkan sejumlah terobosan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung peningkatan kualitas perwasitan, analisis pertandingan dan performa tim, serta memperkuat keterlibatan penggemar menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diikuti oleh 48 tim.
Inovasi bertajuk Football AI tersebut diumumkan secara resmi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dan Chairman sekaligus CEO Lenovo Yuanqing Yang dalam ajang Lenovo Tech World 2026, yang berlangsung bertepatan dengan hari pembukaan Consumer Electronics Show (CES) di Sphere, Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu, 7 Januari 2026.
Rangkaian inovasi yang diperkenalkan meliputi Football AI Pro, avatar pemain 3D berbasis AI, serta versi terbaru Referee View untuk kebutuhan siaran pertandingan.
FIFA menegaskan bahwa pengembangan teknologi ini sejalan dengan fokus strategis organisasi pada transformasi digital dan pemanfaatan AI, sebagaimana tercantum dalam dokumen Strategic Objectives for the Global Game 2023–2027.
Salah satu inovasi utama yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026 adalah Football AI Pro, sebuah asisten pengetahuan berbasis AI generatif yang dirancang untuk mendukung seluruh 48 tim peserta yang akan berlaga di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Teknologi ini dikembangkan untuk membantu analisis pertandingan sekaligus menciptakan kesetaraan akses terhadap data di tingkat sepak bola elite.
Football AI Pro didukung oleh kapabilitas AI menyeluruh milik Lenovo dan dibangun di atas Football Language Model yang dikembangkan FIFA. Sistem tersebut menganalisis ratusan juta titik data sepak bola milik FIFA guna menghasilkan wawasan yang telah tervalidasi dalam bentuk teks, video, grafik, serta visualisasi 3D.
Platform ini mendukung berbagai bahasa dan dapat digunakan sebelum maupun setelah pertandingan, namun tidak selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, FIFA dan Lenovo juga memperkenalkan avatar pemain 3D berbasis AI sebagai pengembangan signifikan dari teknologi offside semi-otomatis.
Dalam sistem ini, para pemain akan dipindai secara digital untuk menghasilkan model 3D berpresisi tinggi, dengan waktu pemindaian sekitar satu detik. Model tersebut memungkinkan pelacakan posisi dan pergerakan pemain secara lebih akurat, termasuk dalam situasi bergerak cepat atau saat tertutup pemain lain.
Baca Juga: Permintaan Tiket Piala Dunia FIFA 2026 Cetak Rekor Tertinggi
Model 3D ini juga akan dimanfaatkan dalam siaran tuan rumah, sehingga keputusan offside yang dihasilkan melalui sistem VAR dapat ditampilkan secara lebih realistis dan mudah dipahami, baik oleh penonton di stadion maupun pemirsa global.
Teknologi tersebut telah diuji coba pada ajang Piala Interkontinental tahun lalu, termasuk saat pemindaian pemain Flamengo dan Pyramids FC menjelang laga FIFA Challenger Cup. Hasil uji coba menunjukkan kesiapan sistem untuk mendukung perangkat pertandingan pada Piala Dunia 2026.
FIFA dan Lenovo turut meluncurkan versi terbaru Referee View, yang sebelumnya diuji pada Piala Dunia Antar Klub edisi perdana tahun lalu.
Dengan dukungan perangkat lunak stabilisasi berbasis AI, rekaman dari kamera wasit dapat distabilkan secara real-time guna mengurangi guncangan akibat pergerakan cepat, sehingga menyajikan sudut pandang orang pertama dengan kualitas visual yang lebih baik bagi penonton.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah. Ia menilai pemanfaatan AI dan teknologi digital akan membantu kinerja tim dan wasit, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
(Sumber: Antara)
Mantan pesepak bola Alessandro Del Piero mengangkat trofi Piala Dunia FIFA 2026 setibanya di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (3/1/2026). FIFA resmi memulai rangkaian tur trofi Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan mengunjungi 30 asosiasi anggota FIFA, melewati 75 titik kunjungan dan berlangsung selama lebih dari 150 hari. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Benmansour/agr (Antara)