Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI), Rosan Roeslani, menargetkan cabang olahraga angkat besi dapat menyumbang minimal satu medali emas bagi Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
"Insya Allah, mohon dukungannya mudah-mudahan bisa dapat emas dalam Asian Games," ujar Rosan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Selain membidik satu keping emas, Rosan optimistis cabor angkat besi berpeluang menambah pundi-pundi perolehan medali lainnya dari nomor perak maupun perunggu.
Rosan mengungkapkan bahwa kunci utama konsistensi prestasi angkat besi Indonesia terletak pada program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2012. Sistem pelatihan jangka panjang yang menuntut kedisiplinan tinggi ini terbukti sukses mengantar para lifter meraih gelar juara dunia hingga medali emas Olimpiade.
Guna menjaga mata rantai regenerasi, PB PABSI aktif menjaring potensi atlet sejak tingkat Sekolah Dasar (SD). Pihaknya rutin menggelar kejuaraan sedikitnya dua kali dalam setahun untuk kategori usia SD, SMP, hingga jenjang junior. Talenta terbaik dari kompetisi tersebut akan diserap ke pelatnas untuk dibina secara jangka panjang.
Ia mencontohkan perjalanan karier lifter peraih emas Olimpiade, Rizki Juniansyah, yang telah ditempa di pelatnas sejak berusia 14 tahun.
"Rizki itu hasilnya sudah hampir tujuh tahun di pelatnas. Waktu itu, dia umur 14. Kami ikutkan pelatnas. Akhirnya dapat emas," jelas Rosan.
(Sumber: Antara)
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) Rosan Roeslani memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (Antara)