Ntvnews.id, Jakarta - Persebaya Surabaya memanfaatkan ajang Piala Presiden 2026 sebagai bagian penting dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Di tengah proses pembentukan skuad yang dihuni sejumlah pemain baru serta waktu persiapan yang masih terbatas, turnamen pramusim ini menjadi sarana untuk membangun chemistry, meningkatkan kebugaran, sekaligus menguji kesiapan tim.
Bajol Ijo tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan klub Thailand, Port FC. Persebaya akan memulai perjuangannya dengan menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/7).
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa timnya tetap mengincar kemenangan di setiap pertandingan. Namun, pelatih asal Portugal itu menilai proses membangun fondasi tim jauh lebih penting pada fase pramusim.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (tengah) memberikan instruksi kepada timnya saat berlaga melawan Dewa United saat pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, di Stadion GBT Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam. ANTARA/Rizal Hanafi. (ANTARA)
"Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya," ujar Tavares.
Menurut pelatih berusia 46 tahun tersebut, jadwal pertandingan yang padat membuat tim pelatih harus mengelola kondisi fisik pemain dengan cermat. Persebaya dijadwalkan menjalani tiga laga dalam waktu singkat sehingga rotasi pemain menjadi bagian penting dari strategi selama turnamen.
Baca Juga: John Herdman Boyong 26 Pemain di Piala AFF 2026
"Dengan aturan delapan pergantian pemain di Piala Presiden, besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya. Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan, sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen," jelasnya.
Selain menjaga kebugaran pemain, Tavares juga ingin memanfaatkan turnamen ini untuk mengevaluasi seluruh anggota skuad, terutama para pemain anyar yang baru pertama kali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia.
Menurutnya, pertandingan memberikan gambaran yang lebih nyata dibandingkan latihan. Melalui laga kompetitif, tim pelatih dapat menilai kemampuan pemain dalam membangun komunikasi, memahami peran masing-masing, hingga beradaptasi dengan ritme pertandingan.
"Kami ingin melihat kemampuan seluruh pemain. Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya. Itu menjadi bagian penting dari proses yang sedang kami jalani," katanya.
Tavares juga terus menanamkan identitas permainan yang ingin diterapkan Persebaya sepanjang musim. Ia memberikan perhatian khusus terhadap respons pemain ketika kehilangan penguasaan bola, termasuk komitmen dalam melakukan transisi bertahan dan membantu rekan setim.
"Target utama saya di Piala Presiden adalah melihat komitmen para pemain, terutama ketika tim kehilangan bola. Mereka harus aktif bergerak, memberikan dukungan kepada rekan setim, dan menjalankan transisi bertahan maupun menyerang dengan baik. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola," tuturnya.
Ia menyadari kondisi fisik pemain belum sepenuhnya optimal karena baru memasuki fase pramusim. Namun, Tavares menilai pertandingan di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita menjadi pengalaman berharga untuk mengukur mental serta kesiapan para pemain.
"Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan," ungkapnya.
Pelatih asal Portugal itu juga memastikan kesempatan bermain akan diberikan kepada siapa saja yang mampu menunjukkan kualitas terbaik tanpa memandang usia. Hal tersebut dibuktikan dengan diberikannya kesempatan kepada pemain muda Dava Yunna untuk berlatih bersama tim utama dan tampil pada laga 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang.
"Usia bukan faktor utama bagi saya. Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun. Dava mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama karena menunjukkan performa yang baik selama latihan. Itulah alasan dia diberi kesempatan bermain," tegas Tavares.
Ia menambahkan bahwa para pemain baru, termasuk Diogo Ramalho, masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Karena itu, setiap pertandingan di Piala Presiden diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan meningkatkan kualitas permainan kolektif Persebaya.
Menutup keterangannya, Tavares kembali menegaskan bahwa fokus utama Persebaya bukan semata-mata mengejar gelar pramusim, melainkan memastikan tim terus berkembang sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Sejarah memang menunjukkan bahwa juara Piala Presiden belum tentu menjadi juara liga. Namun, saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang. Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," pungkasnya.
Persebaya (SItus: Persebaya)