Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pemerintah terbuka terhadap proses naturalisasi atlet di berbagai cabang olahraga sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan prestasi Indonesia di tingkat internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Komisi XIII DPR RI yang membahas permohonan pemberian kewarganegaraan Indonesia kepada dua pesepak bola, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
"Selama warga diaspora memang punya jiwa Merah Putih, baik di sepak bola, renang, maupun cabang-cabang olahraga lainnya, kami membuka diri," kata Erick Thohir.
Menurut Erick, perkembangan olahraga dunia yang semakin global membuat naturalisasi menjadi salah satu langkah yang banyak diterapkan berbagai negara untuk memperkuat kualitas atlet dan meningkatkan prestasi di kompetisi internasional.
Ia mencontohkan Jepang yang memanfaatkan potensi atlet berdarah campuran. Salah satunya adalah penjaga gawang tim nasional Jepang, Zion Suzuki, yang memiliki keturunan Jepang dan Ghana serta kini memperkuat negaranya di Piala Dunia 2026.
Praktik serupa juga terjadi di cabang olahraga lain. Jepang memiliki pebasket Rui Hachimura yang berdarah Jepang-Benin dan kini berkarier di NBA, serta petenis Naomi Osaka yang memiliki darah campuran Jepang dan Haiti.
Erick juga menyinggung langkah yang dilakukan China dengan menaturalisasi atlet ski freestyle Eileen Gu yang memiliki garis keturunan China dan Amerika Serikat. Atlet tersebut berhasil menyumbangkan prestasi bagi China di ajang Olimpiade Musim Dingin.
Selain menerima atlet diaspora untuk memperkuat tim nasional, Erick mengatakan sejumlah atlet Indonesia juga pernah memilih membela negara lain setelah menjalani proses naturalisasi. Salah satu contohnya adalah pebulu tangkis Mia Audina yang menjadi warga negara Belanda dan berhasil mempersembahkan medali perak pada Olimpiade Athena 2004.
Nama lain yang disebut Erick adalah legenda ganda putra Indonesia Tony Gunawan yang kemudian memperkuat tim nasional Amerika Serikat setelah memperoleh kewarganegaraan negara tersebut.
Berkaca dari pengalaman berbagai negara, Erick menilai naturalisasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat prestasi olahraga nasional. Karena itu, pemerintah tidak membatasi peluang tersebut hanya pada cabang sepak bola.
Ia menjelaskan bahwa beberapa cabang olahraga di Indonesia saat ini juga telah diperkuat oleh atlet diaspora yang memberikan kontribusi nyata. Salah satunya adalah perenang Masniari Wolf yang berhasil mempersembahkan tiga medali emas SEA Games bagi Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025.
Selain Masniari, terdapat pula perenang Felix Viktor Iberle yang memiliki darah campuran Indonesia dan Jerman serta telah menyumbangkan medali emas untuk Merah Putih. Di cabang olahraga skateboard, Indonesia juga memiliki atlet muda Ni Wayan Malana Fairbrother yang berdarah Indonesia, Inggris, dan Australia.
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi tidak boleh mengesampingkan pembinaan atlet dari usia dini dan pengembangan olahraga dari tingkat akar rumput.
"Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots)," katanya.
(Sumber: Antara)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Antara)