Ntvnews.id, Jakarta - Polisi menyiapkan pengamanan besar-besaran menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang akan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026. Sebanyak 24.980 personel gabungan bakal ditempatkan di sejumlah titik strategis di Jakarta guna mengawal aksi massa buruh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari berbagai unsur untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemda, Pamdal, dan unsur terkait menyiapkan 24.980 personel. Terdiri dari 15.575 personel Polri, 6.003 personel TNI, 1.002 personel dari Pemprov DKI, 400 personel Pamdal, dan 2.000 Sabuk Kamtibmas. Ini fokus untuk memastikan kegiatan May Day 2026 dapat berjalan aman, tertib, lancar, humanis, dan kondusif,” ujar Budi di Monas, Kamis, 20 April 2026.
Pusat kegiatan peringatan May Day dipusatkan di kawasan Monumen Nasional melalui agenda “May Day Fiesta”. Namun, aparat juga memperkirakan massa buruh akan bergerak menuju Gedung DPR/MPR hingga kantor Dinas Tenaga Kerja Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat pun diminta menghindari ruas jalan tertentu guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak begitu memiliki kepentingan suatu urusan dapat menghindari wilayah-wilayah yang kami sampaikan tadi” tambah Budi.
Baca Juga: Korlantas Kawal Ribuan Buruh Jabar ke Jakarta Saat May Day 2026
Di sisi lain, Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono menyoroti pengamanan di titik distribusi sembako yang dinilai menjadi area paling vital selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ribuan personel disebut akan ditempatkan khusus untuk menjaga lokasi tersebut.
“Khusus untuk titik pengamanan distribusi sembako ini menjadi sangat krusial, sangat penting, dan sangat vital. Sehingga atas arahan dari Bapak Mensesneg, setiap titik distribusi sembako itu akan dijaga masing-masing oleh 2.000 personel gabungan TNI dan Polri,” ungkap Dekananto.
Aparat juga meningkatkan kewaspadaan lantaran agenda tersebut direncanakan dihadiri Presiden RI. Karena itu, koordinasi pengamanan dengan Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres diperketat.
“Seluruh personel untuk dapat memahami pola pengamanan pada saat kehadiran Bapak Presiden Republik Indonesia. Lakukan sterilisasi area tertentu, serta lakukan koordinasi secara intensif dengan Paspampres dan panitia,” tegasnya.
Puluhan ribu buruh memadati kawasan Monas untuk merayakan May Day 2025. (NTVNews.id)
Selain fokus pada pengamanan aksi, polisi turut mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti pencopetan, kriminalitas jalanan, hingga kemungkinan adanya provokator yang menyusup di tengah kerumunan massa.
“Lakukan pengawasan di area kerumunan, jalur keluar masuk, serta kantong parkir untuk mengantisipasi pencurian, copet, dan tindak kejahatan jalanan lainnya. Selain itu, waspadai penyusupan oleh kelompok nonrelevan atau provokator,” jelas Dekananto.
Pada akhir kegiatan nanti, aparat diminta memastikan proses kepulangan peserta berlangsung tertib agar tidak terjadi penumpukan massa maupun insiden di titik penjemputan.
“Siapkan titik informasi dan mekanisme pelaporan bagi peserta yang terpisah dari rombongan, serta lakukan bantuan cepat agar dapat kembali ke kelompoknya,” pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto di peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025. (Antara)