Trump Yakin Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Tercapai, Negosiasi Lanjutan Digelar Akhir Pekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Apr 2026, 07:44
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/aa. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme bahwa konflik antara AS dan Iran akan segera berakhir melalui perundingan damai yang kemungkinan berlangsung pada akhir pekan ini.

Trump mengungkapkan bahwa pertemuan lanjutan antara kedua negara berpeluang digelar dalam waktu dekat dan bisa memperpanjang masa gencatan senjata yang sebelumnya ditetapkan selama dua pekan.

"Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi, saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump kepada para jurnalis di luar Gedung Putih, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu, 18 April 2026.

Ia juga menyebutkan bahwa jika kesepakatan berhasil dicapai, dirinya berencana terbang ke Islamabad, Pakistan, sebagai bagian dari proses diplomasi lanjutan.

Saat berada di Las Vegas, Trump kembali menegaskan optimismenya bahwa "perang seharusnya bisa segera berakhir."

Di sisi lain, sumber dari Pakistan mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam jalur diplomasi tertutup. Pertemuan berikutnya antara AS dan Iran disebut berpotensi menghasilkan penandatanganan kesepakatan awal.

Baca Juga: Trump Minta Hizbullah Taati Gencatan Senjata Lebanon–Israel

Menurut sumber tersebut, kedua pihak kemungkinan akan menyepakati nota kesepahaman terlebih dahulu, sebelum dilanjutkan dengan perjanjian komprehensif dalam kurun waktu 60 hari.

"Kesepakatan rinci akan menyusul kemudian. Kedua pihak pada prinsipnya sudah setuju. Dan detail teknis akan menyusul nanti," kata dia, dikutip Reuters.

Sumber lain menambahkan bahwa mediator utama dari Pakistan, Asim Munir, telah melakukan pembicaraan di Teheran dan berhasil mencapai kemajuan dalam isu-isu krusial.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar negosiasi di Islamabad pekan lalu, meskipun pembahasan saat itu berlangsung alot.

Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara pada Pertemhuan Tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara pada Pertemhuan Tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Dalam perundingan tersebut, Washington menuntut Iran menghentikan program nuklirnya serta menyerahkan seluruh uranium yang telah diperkaya. Namun, Teheran menolak tuntutan tersebut dan meminta agar AS menghormati hak mereka dalam pengayaan uranium.

Negosiasi ini terjadi setelah meningkatnya eskalasi konflik sejak 28 Februari, ketika AS bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan besar-besaran ke Iran yang menewaskan sejumlah pejabat penting, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke target Israel dan aset militer AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.

x|close