BGN: Investasi Rp54 Triliun Dorong Pembangunan Dapur MBG di Seluruh Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 09:56
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BGN Dadan Hindayana dalam peresmian SPPG di Desa Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 15 April 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan/aa Kepala BGN Dadan Hindayana dalam peresmian SPPG di Desa Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 15 April 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan/aa (Antara)

Ntvnews.id, Kabupaten Bogor - Badan Gizi Nasional mencatat investasi masyarakat telah mencapai Rp54 triliun untuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.

“Kurang lebih sudah Rp54 triliun uang investor bergerak di sektor pembangunan SPPG,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat meresmikan SPPG Cijujung 03 di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 April 2026.

Dadan menjelaskan bahwa hingga kini terdapat sekitar 27 ribu SPPG yang telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke, dan seluruhnya dibangun melalui partisipasi investor serta mitra.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan SPPG terbukti lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

Pada 2025, BGN hanya memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun yang mampu membangun 315 unit, dan belum semuanya dapat beroperasi.

Baca Juga: BGN: Hanya 62 Kasus Menu Buruk dari 25 Ribu SPPG Selama Ramadhan

Sebaliknya, dukungan investor memungkinkan pembangunan dapur MBG dilakukan secara masif dan lebih merata di berbagai daerah.

Ia juga menyebut bahwa pembangunan satu unit SPPG dapat menyerap sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lokal serta mendorong perputaran ekonomi di daerah melalui penggunaan material setempat.

Setelah beroperasi, setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, sekitar 20 persen digunakan untuk biaya operasional, termasuk menggaji 47 relawan lokal dengan kisaran pendapatan Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per orang.

Sisanya, sekitar 10 persen, dialokasikan untuk pengembalian investasi.

“Sekarang tidak pernah terdengar lagi ada produk pertanian yang dibuang-buang, semua termanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Baca Juga: Jabat Ketua Penasihat APPMBGI, Hashim Djojohadikusumo Perkuat Strategi Makan Bergizi Gratis

Lebih lanjut, Dadan menyampaikan bahwa program MBG telah melibatkan sekitar 1,1 juta relawan di seluruh Indonesia dan menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Ia menilai besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.

BGN pun berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha terus diperkuat agar jangkauan SPPG semakin luas, termasuk ke wilayah terpencil dengan target pembangunan 9 ribu unit untuk melayani sekitar 3 juta penduduk.

(Sumber: Antara)

x|close