SBY Ingatkan Ancaman Krisis Global Jika Perang Timur Tengah Tak Segera Usai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kondisi ekonomi global berpotensi memburuk apabila konflik di Timur Tengah tidak segera berakhir. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Supermentor 28 on Leadership di St Regis, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Dalam paparannya, SBY menyinggung krisis ekonomi global tahun 2008 sebagai pelajaran penting. Ia menekankan bahwa kepemimpinan memiliki peran krusial dalam menghadapi dan keluar dari situasi krisis.

"Saya kira semua tahu ada gejolak ekonomi. Sekarang hati-hati, kalau perang tidak segera berakhir di Timur Tengah, barangkali nasib dunia terutama perekonomian dunia akan sungguh buruk," kata SBY.

SBY juga menyoroti proses perundingan yang tengah berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Islamabad, Pakistan. Ia menyebutkan bahwa hingga kini negosiasi tersebut masih menemui jalan buntu akibat perbedaan kepentingan yang belum dapat dijembatani.

Baca Juga: Cek Fakta: Klaim SBY-AHY Soal MBG Diganti Pendidikan Gratis Tidak Benar

Menurut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, sekalipun kesepakatan damai berhasil dicapai, dampak perang tidak akan serta-merta pulih dalam waktu singkat. Ia bahkan mengingatkan potensi terulangnya krisis ekonomi global seperti pada 2008 jika situasi tidak ditangani dengan baik.

"Kalau perang berakhir today, kalau deal bisa dicapai di Islamabad, tidak berarti kita sudah kembali normal. Perlu waktu sekian bulan untuk stabilize, to normalize our economy, global economy. Apalagi kalau tidak, bisa dibayangkan," tuturnya.

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) <b>(NTVnews)</b> Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (NTVnews)

"So, apa yang kita alami dulu global economy crisis tahun 2008 bisa terjadi lagi kalau tidak ada kesadaran global, kalau pemimpin dunia gagal melaksanakan tugasnya, penderitaan akan kita alami bersama," tambahnya.

Lebih lanjut, SBY mengingatkan para pemimpin dunia agar tidak bersikap panik atau ragu dalam mengambil keputusan. Ia menekankan pentingnya langkah yang rasional, realistis, dan terukur dalam menghadapi situasi krisis.

Selain menjaga pertumbuhan ekonomi, SBY juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"Oleh karena itu, on the one hand, jaga pertumbuhan ekonomi, jaga jangan sampai terlalu banyak PHK, jaga stabilitas harga, tapi jangan lupa pula social safety net. Melindungi yang lemah, memproteksi saudara-saudara kita," ujarnya.

x|close