Pramono Tetap Minta Inspektorat Dalami Kasus Foto AI Meski Lurah Minta Maaf

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 11:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 7 April 2026. Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 7 April 2026. (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa kasus unggahan foto berbasis Artificial Intelligence (AI) yang viral di wilayah Kalisari tetap akan ditindaklanjuti secara serius. Hal ini disampaikan meskipun pihak lurah telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Pramono menyatakan telah meminta Inspektorat untuk menyelidiki secara menyeluruh terkait unggahan foto AI yang menampilkan penanganan parkir liar di Jalan Damai melalui aplikasi JAKI.

"Walaupun apa Ibu Lurahnya sudah minta maaf saya tetap minta untuk Inspektorat mendalami hal ini," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif agar diketahui pihak yang bertanggung jawab atas pembuatan dan penyebaran konten tersebut.

Baca Juga: Pramono: Gedung Lebih dari 4 Lantai Bakal Dihubungkan dengan CCTV yang Dikelola Pemprov DKI

Sebelumnya, Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia juga mengaku telah memberikan sanksi berupa Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Baca Juga: WFH ASN DKI Akan Dipantau, Pramono Pastikan Produktivitas Tetap Optimal

Laporan warga soal parkir liar, ditanggapi dengan foto diduga pakai AI <b>(Instagram @wargajakarta.id)</b> Laporan warga soal parkir liar, ditanggapi dengan foto diduga pakai AI (Instagram @wargajakarta.id)

Pramono menambahkan bahwa Inspektorat tidak hanya akan memeriksa lurah dan petugas PPSU, tetapi juga pihak terkait lainnya, termasuk Suku Dinas (Sudin) yang terlibat dalam alur kerja tersebut.

"Jadi sekarang ini kan Inspektorat sedang melakukan pendalaman baik itu kepada Lurah Ibu siapa yang di Kalisari, kemudian PPSU-nya, kemudian Sudin-nya. Semuanya nanti pada saatnya pasti akan ketahuan," tambahnya.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa tidak tepat jika kesalahan sepenuhnya dibebankan kepada petugas PPSU. Ia menduga, petugas tersebut kemungkinan bukan pihak yang membuat manipulasi AI.

Oleh karena itu, ia meminta agar fokus penyelidikan diarahkan pada pihak yang membuat konten AI serta yang mengunggahnya ke platform publik.

"Yang saya minta untuk didalami dicari siapa yang melakukan AI-nya itu kemudian yang meng-upload-nya," tegas Pramono Anung.

x|close