Ntvnews.id, Jakarta - Polsek Jagakarsa mengonfirmasi empat korban tewas dan tiga orang sesak napas usai menghirup gas tangki air pada proyek bangunan bertingkat berlokasi di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Pada Jumat pukul 12.00 WIB, telah dilaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat dalam proyek bangunan bertingkat," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi di Jakarta, Jumat.
Nurma menerangkan kronologi kejadian berawal saat dua pekerja bangunan di proyek tersebut berada di lokasi pada Jumat pukul 10.00 WIB.
Saat itu, kedua saksi diminta sang mandor untuk menguras penampungan air bersih (gelonteng) yang berada di lantai dasar (basement).
Kemudian saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang penampungan dengan kedalaman tiga meter.
Korban sempat ditolong oleh rekan kerjanya, namun tidak menggunakan perlengkapan penyelamatan (safety). Akhirnya, rekan kerja korban ikut terjatuh ke dalam penampungan.
"Lalu mandor meminta tolong saksi untuk mengevakuasi korban yang berada dalam gelonteng. Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan sesak di sekitar gelonteng," ucap dia.
Insiden itu mengorbankan empat orang terjatuh dan tiga orang sesak napas disebabkan hawa panas dan bau dari gelonteng.
Hingga akhirnya, ketiga saksi membawa para korban ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Sayangnya, setiba di RS korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD.
Empat orang dinyatakan meninggal dunia yakni YN (33), M (63), TS (64), dan MF (20). Lalu, tiga korban sesak napas yakni U (42), AJ (42), dan S (63).
"Kini korban meninggal dunia dan sesak napas berada di RS Fatmawati untuk mendapatkan penanganan dokter lebih lanjut," kata dia.
ANTARA
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan gereja di Michigan, Amerika Serikat (AS). /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Antara)